Satusuaraexpress.co | Lombok — Perairan Selat Lombok, yang terkenal dengan keindahan alam dan kekayaan baharinya, baru-baru ini menjadi pusat perhatian nasional. Pada Senin (6/4/2026), sebuah kejadian unik dan penting terjadi ketika sekelompok nelayan dari Dusun Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Pemenang, Lombok Utara, menemukan sebuah benda berukuran besar yang terapung di tengah laut. Benda tersebut tidak dikenal dan terlihat mencurigakan, namun respons cepat dan kesadaran tinggi dari para nelayan inilah yang menjadi kunci awal penanganan insiden ini.
Secara fisik, benda yang ditemukan tersebut memiliki bentuk yang menyerupai torpedo besar namun tidak terlihat berbahaya secara langsung. Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh tim ahli, dikonfirmasi bahwa benda tersebut tidak mengandung bahan peledak maupun unsur radioaktif yang berbahaya. Namun, dari segi teknologi, benda ini terlihat sangat canggih.
Berdasarkan hasil identifikasi visual, benda tersebut diduga kuat merupakan sebuah Unmanned Underwater Vehicle (UUV) atau yang lebih dikenal sebagai robot atau drone bawah laut. Pada permukaannya, terlihat jelas tulisan menggunakan aksara Mandarin, salah satunya adalah kata “Yan Zhi” yang bermakna “penelitian dan pengembangan”.
Baca juga : Penindakan Penerbangan Drone Ilegal Jelang Kunjungan Ratu Máxima di Bundaran HI
Hal ini mengarahkan dugaan bahwa perangkat tersebut dikembangkan oleh China Shipbuilding Industry Corporation (CSIC), sebuah perusahaan raksasa yang bergerak di bidang industri maritim dan pertahanan.
Perangkat ini dilengkapi dengan berbagai teknologi mutakhir. Terdapat sistem sensor canggih, perangkat sonar, serta ruang khusus yang berisi kabel-kabel dan peralatan oseanografi. Salah satu alat yang teridentifikasi adalah Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP), sebuah perangkat yang berfungsi layaknya sonar untuk mengukur arus hidro, suhu, dan kecepatan air pada berbagai kedalaman laut.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispen AL), Laksamana Pertama Tunggul, menegaskan bahwa saat ini benda tersebut telah diamankan dan berada di bawah penguasaan penuh TNI AL. Benda telah dievakuasi ke Lanal Mataram dan dijaga ketat oleh Polisi Militer setempat.
“TNI AL melalui tim ahli dari satuan terkait, secepatnya melakukan pemeriksaan mendalam dan identifikasi teknis terhadap perangkat tersebut,” ujar Laksma Tunggul.
Hingga saat ini, pihak TNI AL belum dapat memberikan klarifikasi penuh mengenai asal-usul pasti dan fungsi spesifik alat tersebut, serta belum ada pengakuan dari pihak manapun sebagai pemiliknya. Proses analisis lebih lanjut akan dilakukan secara menyeluruh di laboratorium dan lembaga penelitian TNI AL untuk menguak seluruh data dan teknologi yang tersimpan di dalamnya.
Baca juga : Iran Respons Positif Permintaan RI agar Dua Kapal Tanker Pertamina Bisa Melintas Selat Hormuz dengan Aman
TNI AL menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kedaulatan wilayah laut NKRI. Pihaknya menegaskan tidak akan membiarkan wilayah perairan Indonesia dijadikan objek observasi atau penelitian tanpa izin yang sah oleh pihak manapun.
Di tengah sorotan terhadap teknologi canggih dan keamanan negara, ada satu hal yang mendapatkan pujian tinggi dari TNI, yaitu respons masyarakat. Laksma Tunggul menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para nelayan setempat.
Kesadaran para nelayan untuk tidak mengabaikan benda asing tersebut dan segera melaporkannya kepada Posal Gili Air serta kepolisian setempat adalah langkah yang sangat tepat dan patut dicontoh. Koordinasi yang baik antara masyarakat dan aparat keamanan ini membuktikan bahwa penjagaan wilayah laut bukan hanya tugas militer, melainkan tanggung jawab bersama seluruh rakyat Indonesia.
Insiden di Selat Lombok ini menjadi bukti nyata betapa pentingnya kewaspadaan dan sinergi antara kekuatan pertahanan negara dengan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keutuhan dan keamanan Nusantara.













