Satusuaraexpress.co | Jakarta — Isu dugaan ijazah palsu yang menyeret nama Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), kembali memanas. Kali ini, kabar yang beredar di ruang publik menyebutkan bahwa di balik penyebaran isu tersebut terdapat sejumlah tokoh besar tanah air.
Nama-nama yang disebutkan mulai dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tokoh agama Habib Rizieq Shihab, hingga politisi senior PDIP, Puan Maharani.
Kabar sensasional ini pertama kali muncul dan viral melalui kanal YouTube pada Minggu, 22 Maret 2026. Dalam video yang diunggah tersebut, disampaikan narasi yang menyebutkan bahwa ketiga tokoh nasional tersebut memiliki peran sentral dalam mengatur strategi dan alur penyebaran informasi tuduhan ijazah palsu ke masyarakat.
Baca juga : Pengamat Kebijakan Publik Bonatua Silalahi Terima Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor dari KPU RI
Bahkan, video tersebut menarasikan bahwa seluruh konten atau informasi yang akan disebarkan harus melalui persetujuan terlebih dahulu dari AHY dan Puan Maharani yang disebut sebagai koordinator utama. Hal ini tentu saja mengubah arah pembicaraan publik, dari sekadar perdebatan keabsahan dokumen menjadi spekulasi politik yang melibatkan nama-nama besar di negeri ini.
Menanggapi ramainya kabar yang menghubungkan nama-nama tokoh tersebut dengan isu yang menimpanya, Jokowi akhirnya buka suara. Saat ditemui awak media pada Jumat, 3 Maret 2026, mantan Gubernur DKI Jakarta ini memilih untuk bersikap tenang dan tidak mau terjebak dalam spekulasi liar.
“Saya tidak mau berspekulasi dan saya juga tidak mau menuduh siapapun,” tegas Jokowi dengan nada datar.
Jokowi menegaskan bahwa dirinya lebih memilih untuk membiarkan segala proses yang sedang berjalan berlangsung sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku. Ia berkeyakinan bahwa hukum dan prosedur yang ada akan mampu mengurai benang kusut permasalahan ini secara objektif.
“Biarkan proses hukum dan proses yang lain berjalan dengan apa adanya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ketika ditanya mengenai sumber kabar yang menyebutkan bahwa spekulasi ini bermula dari Rismon Sianipar, Jokowi tidak mau banyak berkomentar. Ia meminta agar pihak media menanyakan langsung kebenarannya kepada orang yang bersangkutan.
“Ya tanyakan ke dia,” jawab Jokowi singkat saat ditanya lebih jauh mengenai hal tersebut.
Hingga saat ini, isu keterlibatan para tokoh nasional tersebut masih menjadi bahan perbincangan hangat. Masyarakat pun menantikan kejelasan lebih lanjut mengenai kebenaran narasi yang ada dalam video tersebut, serta bagaimana proses hukum akan berjalan untuk mengklarifikasi seluruh spekulasi yang muncul.













