Usai Ketemu Komplotan Begal Pengrajin Kayu Terkapar di Jalan Raya CBL Cibitung

Tukang

Bekasi, Satusuaraexpress.co – Seorang buruh berinisial GI (26) berprofesi sebagai buruh harian pengrajin kayu menderita sejumlah luka bacok hingga terkapar di Jalan Raya CBL, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Sabtu (26/11/2022) lalu. Saksi melihat, pengrajin kayu itu usai bertemu komplotan begal, karena pelaku sempat terlihat dan kabur. Dilansir dari Poskota.

Kapolsek Cikarang Barat, Kompol Sutriesno mengungkapkan,  ada sejumlah luka menyasar ke tubuh korban.

“Luka bacok pada korban, di punggung, bawah ketiak dan siku kiri,” ujar Kompol Sutriesno, Senin (28/11/2022).

Menurutnya korban ditemukan warga saat sedang ronda malam. Dari keterangan para saksi, Sutriesno mengungkapkan, GI yang pengrajin kayu itu sempat merapikan pekerjaannya di sebuah counter handphone untuk membuat meja sekira pukul 18.00 WIB.

Kemudian pukul 22.00 WIB, GI telah selesai melakukan pekerjaannya, hingga pamit untuk pulang ke rumah.

Dan sekira pukul 22.10 WIB, di dekat lokasi kejadian, dua orang yaitu Marsudi dan Sarno yang sedang ronda malam, mendengar adanya suara teriakan meminta tolong.

Lalu dua orang itu pun segera mendatangi sumber suara teriakan, hingga ditemukannya korban terkapar bersimbah darah.

“Saksi melihat seorang laki-laki melambaikan tangan sambil teriak tolong, tolong, begal, begal,” tutur Kompol Sutriesno.

Kemudian setelah mendekati korban, nampak saksi melihat empat orang berboncengan dengan tiga sepeda motor nampak mencurigakan, dan melaju kencang meninggalkan lokasi. Keempat orang yang tampak kabur itu, diduga begal yang membuat luka bacok pengrajin kayu itu.

Tak lama kemudian, terdapat dua orang berboncengan sepeda motor melintas, dan segera membantu korban yang terkapar.

Korban sempat dibawa ke tempat pos perumahan Suryaland. Korban yang berlumuran darah itu segera dilarikan ke RSUD Kabupaten Bekasi, dengan mobil ambulans.

Dalam laporannya, polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari korban. “Kacamata Safety, gergaji, sepasang sendal dan pakaian korban masing masing satu buah,” jelasnya.

Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap aksi yang terjadi terhadap korban.

“Pelaku kini masih dilakukan penyelidikan, dan kami telah melakukan pemeriksaan saksi saksi,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *