Kementerian KKP Resmikan Ocean Institute of Indonesia, Perkuat Pendidikan Vokasi dan SDM Kelautan Nasional

IMG 20260721 114306 scaled
Kementerian KKP Resmikan Ocean Institute of Indonesia, Perkuat Pendidikan Vokasi dan SDM Kelautan Nasional.

Satusuaraexpress.co | Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara resmi meresmikan keberadaan Ocean Institute of Indonesia (OII) atau Institut Kelautan Indonesia. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ekosistem pendidikan tinggi serta pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di sektor kelautan dan perikanan nasional.

Acara peresmian ini dihadiri langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, perwakilan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, serta para pimpinan perguruan tinggi dan berbagai mitra strategis pembangunan.

Dalam sambutannya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa terbentuknya OII adalah buah dari pemikiran panjang yang telah digagas sejak beberapa tahun silam.

“Hari ini kita resmi meluncurkan Institut Kelautan Indonesia atau Ocean Institute of Indonesia,” kata Trenggono, Selasa (21/7/2026).

Baca jugaRakornas KKP 2026 Akselerasi Program Menuju Swasembada Pangan dan Kesejahteraan Nelayan

Trenggono menyebut sektor kelautan dinilai sebagai pilar yang sangat vital bagi kemajuan bangsa, sehingga perhatian dan dukungan besar yang diberikan Presiden harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh jajaran pemerintahan. Hal ini ditegaskan dalam sebuah pernyataan resmi yang menggarisbawahi perlunya kerja sama lintas kementerian, khususnya antara Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Pendidikan Tinggi, untuk memastikan dua hal utama tercapai dengan baik.

“Pertama, kualitas sumber daya manusia di bidang kelautan tidak tertinggal dari negara lain, bahkan mampu bersaing di kancah internasional. Kedua, berbagai dukungan tersebut mampu memperkuat kebijakan-kebijakan strategis yang pada akhirnya melahirkan masyarakat yang memiliki keterampilan memadai dalam mengelola kekayaan laut secara berkelanjutan, ” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta menjelaskan bahwa saat ini KKP mengelola sebanyak 11 lembaga pendidikan tinggi yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Seluruh lembaga tersebut menerapkan sistem pembelajaran vokasi dengan kurikulum yang disusun berbasis kebutuhan industri, serta menjamin 100 persen peserta didik berasal dari kalangan pelaku utama sektor kelautan dan perikanan.

Baca jugaWamen KKP: Sinergi Lintas Pihak Kunci Keberhasilan Pembangunan di Pantura Jawa

“Sejak awal berdiri hingga saat ini, lembaga pendidikan kita telah meluluskan sebanyak 27.819 orang. Sebagian besar lulusan telah terserap dan bekerja secara profesional di dunia usaha maupun dunia industri. Guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan, daya saing, serta mendapatkan pengakuan internasional, telah dilakukan transformasi melalui dua keputusan resmi Menteri Kelautan dan Perikanan,” jelas Nyoman Radiarta.

Transformasi tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri KKP Nomor 50 Tahun 2026 tentang penetapan nama Institut Kelautan Indonesia atau Ocean Institute of Indonesia untuk seluruh satuan pendidikan tinggi di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Disusul dengan Keputusan Menteri KKP Nomor 51 Tahun 2026 tentang pembentukan Dewan Ocean Institute of Indonesia.

Kehadiran Dewan ini berfungsi sebagai wadah penyatuan dari 11 satuan pendidikan tinggi yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri. Melalui satu wadah ini, sinergi, kolaborasi, serta pengembangan jaringan antar lembaga pendidikan vokasi dapat berjalan lebih terpadu, terarah, dan menyeluruh.

Baca jugaModernisasi Kapal Perikanan, KKP Buka Rekrutmen untuk 20.000 AKP

‘Ke depannya, Ocean Institute of Indonesia akan menyusun berbagai program unggulan yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang mumpuni, mempersiapkan tenaga kerja yang setara standar internasional, serta menjawab berbagai permasalahan nyata di sektor kelautan dan perikanan melalui penerapan riset terapan, ” jelasnya.

Langkah ini juga selaras dengan amanah Presiden Republik Indonesia yang telah memberikan mandat kepada KKP untuk menjalankan sejumlah program prioritas nasional. Antara lain pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), kawasan budidaya udang terintegrasi di Wainapu, revitalisasi budidaya ikan di wilayah pantai utara Pulau Jawa, pengembangan budidaya ikan berbasis tematik, serta pembangunan pergaraman nasional guna mencapai swasembada garam dan modernisasi armada kapal perikanan.

“Kami berharap, pendidikan tinggi vokasi di bawah naungan OII dapat menjadi tulang punggung pendukung pelaksanaan seluruh program prioritas pemerintah. Ini juga wujud nyata penerapan kebijakan ekonomi biru, yang menyeimbangkan kelestarian ekologi dengan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, demi menjamin ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” tambah Nyoman Radiarta.

Pada kesempatan yang sama, acara juga ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara OII dengan berbagai pihak. Sebanyak 17 mitra strategis, yang mencakup perguruan tinggi, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut, hingga pelaku dunia usaha dan industri, turut memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia kelautan dan perikanan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *