Satusuaraexpress.co | Bogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim secara resmi meluncurkan Program Mahasiswa Mengajar untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Program ini merupakan wujud kolaborasi erat antara Pemerintah Kota Bogor dengan dua perguruan tinggi setempat, yaitu Universitas Pakuan dan Universitas Ibn Khaldun Bogor.
Dedie A. Rachim menjelaskan bahwa program ini dihadirkan sebagai solusi cepat guna merespons fenomena kekurangan tenaga pengajar yang masih dirasakan di sejumlah satuan pendidikan.
Menurutnya, proses rekrutmen guru untuk sekolah negeri memiliki mekanisme ketat yang diatur secara nasional melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, sehingga membutuhkan waktu yang tidak singkat.
“Ya, program ini adalah salah satu solusi cepat dari Pemerintah Kota Bogor bekerja sama dengan perguruan tinggi yang ada di Kota Bogor, khususnya Universitas Pakuan dan Universitas Ibn Khaldun, dalam menyikapi atau merespon terjadinya kekurangan guru mengajar,” ujar Dedie, Selasa (21/7/2026).
Baca juga : Tiru Pengelolaan Parkir Bandung, Pemkot Bogor Ingin Tingkatkan Pendapatan dan Layanan
Selain mengisi kekosongan tenaga pengajar, program ini juga diharapkan menjadi katalisator transformasi metode pembelajaran. Kehadiran mahasiswa membawa nuansa baru dan wawasan yang lebih variatif bagi siswa, sekaligus menjadi ajang praktik lapangan yang nyata bagi para peserta.
“Jadi para mahasiswa ini dapat menimba ilmu langsung, karena jika biasanya ada di ranah teori, sekarang langsung praktik. Ya praktik bagaimana menghadapi siswa, bagaimana menghadapi mata pelajaran dan mempersiapkan. Saya pikir ini sesuatu hal yang sangat baik dan tentu dampaknya adalah anak-anak kita juga semakin menerima masukan yang lebih variatif,” tambahnya.
Saat ini, Kota Bogor masih mencatat kekurangan sekitar 650 guru di berbagai jenjang pendidikan. Sebanyak 135 mahasiswa yang telah direkrut akan turun membantu mengisi kekosongan tersebut setelah menuntaskan pelatihan intensif selama tiga hari. Mereka berasal dari beragam program studi, meliputi Pendidikan Sekolah Dasar, Pendidikan Sekolah Menengah, Ilmu Pengetahuan Alam, Matematika, Bahasa, dan disiplin ilmu lainnya.
Baca juga : Pemprov Jabar Mulai Perbaiki Dinding Penahan Tanah Longsor di Jalan Kebon Pedes Bogor
Perguruan tinggi mitra pun menyambut baik langkah ini. Rektor Universitas Pakuan, Prof. Didik Notosudjono, menegaskan dukungan penuh agar ilmu pengetahuan dapat disebarluaskan secara lebih inovatif dan kreatif ke lingkungan sekolah.
Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Ibn Khaldun Bogor, Maemunah Sa’diyah, menyatakan kolaborasi ini selaras dengan visi pendidikan kampus untuk memperluas manfaat ilmu secara berkelanjutan.
“Karena biasanya program kami itu tiga sampai empat bulan, ini lima sampai enam bulan, sehingga mudah-mudahan mahasiswa lebih memiliki pengalaman langsung ya dengan guru-guru senior di lapangan dan bisa meningkatkan kemampuan dan kapasitas serta kredibilitas yang dimiliki,” ungkap Maemunah.
Program Mahasiswa Mengajar ini dirancang berjalan selama lima hingga enam bulan, memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori yang didapat di kelas ke dalam interaksi nyata bersama siswa, sekaligus meringankan beban kekurangan tenaga pendidik yang menjadi tantangan bersama.













