Satusuaraexpress.co | Surabaya — Fenomena motor brebet massal menghantui sejumlah daerah di Jawa Timur setelah warga mengisi bahan bakar jenis Pertalite di SPBU Pertamina. Kejadian ini mulai mencuat pada Selasa, 28 Oktober 2025, dan hingga kini masih menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.
Keluhan Pengendara dan Antrean Panjang di Bengkel
Banyak pengendara motor yang mengeluhkan kendaraannya tersendat-sendat saat digas, bahkan mati secara tiba-tiba. Hal ini menyebabkan antrean panjang di bengkel-bengkel motor, karena banyak warga yang mencari solusi atas masalah yang mereka alami.
Baca juga : 513 SDM Indonesia Siap Operasikan dan Rawat Whoosh
Awal Mula di Tuban dan Bojonegoro, Meluas ke Berbagai Daerah
Kasus motor brebet pertama kali dilaporkan di wilayah Tuban dan Bojonegoro. Namun, dalam waktu singkat, fenomena ini meluas ke daerah lain seperti Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, dan Malang. Warga di berbagai daerah tersebut mengalami gejala yang serupa, yaitu mesin motor tersendat hingga sulit di-starter.
Pengakuan Warga dan Temuan Mekanik
Erik, seorang warga Surabaya, mengungkapkan bahwa motornya sudah mengalami brebet sejak dua minggu lalu. Meskipun demikian, ia tetap menggunakan motornya untuk beraktivitas sehari-hari dan terus membeli bensin.
Baca juga : Jakarta Susun Raperda Perkuat Pengendalian Pencemaran Udara
Rudi Hartono (49), seorang mekanik asal Surabaya, juga menemukan keanehan pada bahan bakar motor pelanggan. Ia menjelaskan bahwa banyak motor yang mengalami brebet injeksi, seperti kehabisan bensin padahal bensin masih ada. Setelah diperiksa, bensin tersebut memiliki bau yang aneh, seperti bensin yang sudah lama tersedot.
Investigasi Pertamina dan Pengalaman Korban
Menanggapi kejadian ini, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap pasokan BBM di SPBU Jawa Timur. Mereka berupaya mencari tahu penyebab pasti dari fenomena motor brebet ini.
Pengalaman serupa juga dialami oleh Farida (26), warga Desa Tebel, Kecamatan Bareng. Mesin motornya rusak setelah mengisi Pertalite di salah satu SPBU di Kecamatan Jombang pada Sabtu, 25 Oktober 2025.
Baca juga : Petugas Wasrik Gagalkan 785 Inex Transformer Masuk Rutan
Farida bercerita bahwa setelah mengisi bensin Rp20 ribu sepulang kerja, motornya tiba-tiba mati di daerah Blimbing dan tidak bisa di-starter. Setelah diperiksa oleh mekanik, ditemukan campuran air dan etanol dalam tangki bensin, yang menyebabkan karburator dan indikator motornya rusak.
Ia mengaku sebelumnya tidak pernah mengalami masalah saat menggunakan Pertalite. Namun, kini ia harus membayar biaya servis Rp175 ribu untuk mengganti bahan bakar. Setelah mengganti dengan Pertamax, motornya sejauh ini aman. Namun, ia berharap masalah ini segera diselesaikan karena sudah merugikan masyarakat.
Bengkel Kebanjiran Rejeki
Di tengah permasalahan ini, bengkel motor justru kebanjiran rejeki. Banyak warga yang membawa motornya ke bengkel untuk diperbaiki. Salah satu bengkel di Jalan KH Moh Kholil Bangkalan, misalnya, dibanjiri keluhan pelanggan karena motor brebet setelah mengisi BBM jenis Pertalite. Hingga Rabu (29/10/2025), para mekanik masih sibuk menguras tangki motor pelanggan.
Pihak bengkel menyebutkan bahwa fenomena mesin motor brebet ini sudah berlangsung sekitar tiga hari terakhir. Selain menguras tangki motor dan mengganti dengan Pertamax, para mekanik juga mengganti busi karena ujungnya memutih akibat pembakaran dalam mesin yang tidak sempurna.
Fenomena motor brebet massal di Jawa Timur ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pihak terkait. Investigasi mendalam dari Pertamina diharapkan dapat segera mengungkap penyebab pasti masalah ini dan menemukan solusi agar tidak terulang kembali di masa mendatang. Masyarakat pun diimbau untuk lebih berhati-hati dalam memilih SPBU dan jenis bahan bakar yang digunakan.













