Polresta Denpasar Kesulitan Ungkap Kasus Pembunuhan Mantan Bupati Jembrana dan Istrinya

66b71eed904ea
Jajaran Polresta Denpasar melakukan oleh TKP kasus pembunuhan mantan Bupati Jembrana, Ida Bagus Ardana, dan istrinya, Ayu Sri Wulan Trisna.

Satusuaraexpress.co | Jakarta – Enam bulan berlalu, kasus pembunuhan mantan Bupati Jembrana, Ida Bagus Ardana, dan istrinya, Ayu Sri Wulan Trisna tak kunjung terungkap. Keduanya ditemukan tewas di rumah mereka yang berlokasi di Jalan Gurita IV Nomor 6, Kelurahan Sesetan, Denpasar, pada Kamis, 8 Agustus 2024 lalu.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Laorens Rajamangapul Heselo mengonfirmasi bahwa dari hasil autopsi menunjukkan bahwa pasangan tersebut tewas akibat pembunuhan. Namun, hingga kini pihaknya masih berupaya mengungkap identitas pelaku serta motif di balik aksi tragis tersebut.

“Motifnya ini yang kita masih (cari), karena apa, motifnya apakah mungkin masalah harta atau mungkin masalah antara keluarga atau mungkin orang lain yang ingin masuk ke dalam, itu yang kita belum dapatkan, karena semua masih berupa petunjuk,” ujar Laorens.

Baca juga : BP3MI Sumut-Polres Batu Bara Gagalkan Keberangkatan 33 CPMI Ilegal ke Malaysia

Jasad Ardana dan istrinya pertama kali ditemukan oleh menantu mereka yang curiga karena rumah korban terkunci selama tiga hari dan tidak ada aktivitas di dalamnya. Ketika masuk ke dalam rumah dengan bantuan warga dan petugas keamanan setempat, mereka menemukan Ardana dalam kondisi membusuk di lantai dapur.

Sementara itu, Trisna ditemukan tewas di dalam kamar yang terkunci. Diperkirakan bahwa keduanya sudah meninggal 3-4 hari sebelumnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Ardana diketahui mengalami patah pada tiga ruas tulang rusuk, sementara istrinya memiliki bekas bekapan di mulutnya, yang mengindikasikan dugaan kekerasan sebelum kematian keduanya.

Baca juga : Polsek Kalideres Ungkap Peredaran Sabu 643 Gram, Satu Pelaku Ditangkap

Polisi telah memeriksa lebih dari 20 saksi, termasuk anggota keluarga korban. Namun, hingga kini belum ada tersangka yang mengerucut sebagai pelaku utama.

“20 orang saksi sudah kami periksa. Termasuk keluarganya (Ardana). Tapi belum mengerucut ke siapa pun,” kata Laorens.

Selain pemeriksaan saksi, polisi juga telah mengumpulkan berbagai petunjuk, termasuk sidik jari yang ditemukan di lokasi kejadian. Namun, sidik jari yang diperoleh belum cukup jelas untuk mengidentifikasi pelaku secara pasti.

Hingga saat ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif dan pelaku di balik kasus pembunuhan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *