Tidak Punya Kerjaan, Pecatan TNI AD Alih Profesi Jadi Pencuri Motor

IMG 20200811 WA0003
Pelaku pencurian sepeda motor mendapat perawatan di rumah sakit, Cengkareng, Jakarta Barat

Satusuaraexpress.co – Oknum pecatan TNI AD dikeroyok warga di Jl. Cemara Raya, Cengkareng Barat, Jakarta Barat pada Senin (10/8/2020). Oknum yang diketahui bernama M. Amin menjadi bulan-bulanan warga setelah bertemu dengan korban, Ahmad Wahyudi.

Kapolsek Cengkareng, Kompol H. Khoiri membenarkan adanya seorang pecatan TNI AD berinisial MA dipukuli warga. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Beruntung nyawa yang bersangkutan berhasil diselamatkan setelah petugas reskrim tiba di lokasi.

Khoiri memastikan bahwa oknum TNI AD tersebut sudah dipecat. MA disersi dari tahun 2012 karena telibat kasus pencurian motor. “MA sudah dipecat dari dinas Angkatan Darat AD karena melakukan tindak pidana Disersi. Pidana pokok selama 1 tahun penjara,” ungkap Khoiri, Selasa (11/8/2020).

Dikatakan Khoiri, penangkapan pelaku bermula saat korban melihat pelaku mengendarai motor Nmax No.Pol B-3116 -CDl milik rekannya yang anggota ojek online. “Jadi oknum MA ini melakukan pencurian motor satu bulan yang lalu di daerah Pamulang, Tangerang Selatan, Banten,” ungkapnya.

Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Antoniuz menambahkan, modus yang pelaku lakukan yakni dengan cara menumpang ojol tanpa aplikasi. Ditengah jalan pelaku minta berhenti sebentar dan mampir ke warung kopi. “Saat di warung pelaku berpura-pura untuk meminjam motor kepada korban untuk mengambil uang ke komandannya untuk bayar ongkos,” terangnya.

Anton menjelaskan, pada waktu bersamaan, rekan ojol (korban) melihat pelaku membawa sepeda motor. Korban mengenali wajah pelaku yang pernah mencuri kendaraan motornya. Spontan, korban mengejar pelaku bersama-sama rekan ojol lainnya. Pelaku berhasil di berhentikan di dekat BCA Sumur Bor Cengkaren Barat.

“Korban langsung mencabut kunci motor lalu bicara ‘Lu kenal ama gua tidak karena gua korban lu?’ Tapi pelaku bilang tidak kenal sambil mengatakan dirinya anggota. Bahkan pelaku mengajak korban ke kantor polisi,” jelasnya.

Merasa terdesak, pelaku mencoba kabur sambil mengeluarkan sajam. Korban bersama rekannya serta dibantu warga langsung mengejar. “Setiap melakukan aksinya, pelaku selalu menggunakan seragam TNI lengkap dengan senjata tajam jenis sangkur,” tutupnya. (CR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *