Satusuaraexpress.co | Bogor — Kehadiran koperasi dipandang sebagai pondasi yang kokoh untuk menumbuhkembangkan ekonomi kerakyatan agar terus maju dan berkembang. Hal ini disampaikan secara tegas oleh
(Dua dari kanan) Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menghadiri acara Pelantikan dan Pengukuhan Pimpinan serta Pengurus Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Bogor untuk periode 2025–2030.
Dalam hal ini, Dedie menekankan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, penguatan sektor koperasi menjadi salah satu fokus utama kebijakan pembangunan, yang berjalan beriringan dengan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjamin terpenuhinya kebutuhan gizi anak-anak di seluruh Indonesia.
“Nah, dari situlah konsep mengenai Makan Bergizi Gratis lahir. Pembangunan SPPG itu menciptakan offtaker. Nantinya, setelah pembangunan SPPG berjalan, koperasi dapat berperan sebagai supplier. Di situlah dibangun siklus ekonomi dan sistem bisnis yang saling mendukung,” jelas Dedie, Selasa (2/6/2026).
Di wilayah Kota Bogor sendiri, pengembangan koperasi telah menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. Hingga saat ini, telah terbentuk sebanyak 68 Koperasi Merah Putih, dan empat di antaranya masih dalam tahap proses pembangunan. Dedie juga mendorong seluruh koperasi yang bernaung di bawah Dekopinda untuk berani mengambil peran lebih besar sebagai pemasok bagi berbagai sektor usaha, seperti peternakan dan pertanian.
Baca juga : Pemkot Bogor Genjot Normalisasi Drainase Atasi Banjir Pascahujan Deras
Ia menyoroti bahwa permintaan pasokan di sektor-sektor tersebut terus meningkat, namun sebagian besar kebutuhan masih dipenuhi dari luar wilayah Kota Bogor sebuah peluang besar yang seharusnya dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh pelaku usaha lokal melalui koperasi.
“Jadi, ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan. Ke depan, koperasi dapat bekerja sama dengan Polbangtan untuk mengembangkan sistem pertanian perkotaan atau urban farming,” tambahnya.
Dedie juga mengajak seluruh elemen koperasi untuk tetap optimis, mengingat dukungan penuh dari pemerintah terus mengalir demi mendorong pertumbuhan dan kemajuan sektor perkoperasian. Ia berharap, setelah pelantikan ini dan pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), akan lahir berbagai rekomendasi dan langkah nyata yang semakin memantapkan fondasi kemajuan koperasi di masa depan.
Sementara itu, Ketua Dekopinda Kota Bogor, Ade Syarif Hidayat, menyampaikan bahwa serangkaian kegiatan setelah pelantikan dan pengukuhan akan dilanjutkan dengan Rakerda. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran Dekopinda dalam membina dan mengembangkan gerakan koperasi di wilayah Kota Bogor secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Baca juga : Di Negeri Api, Wali Kota Bogor Tegaskan Komitmen Transformasi Energi dan Kota Berkelanjutan
“Dekopinda memiliki kekuatan untuk berbuat bagi Kota Bogor dalam rangka membina dan mengembangkan koperasi demi kepentingan anggota gerakan koperasi se-Kota Bogor,” tegas Ade Syarif.
Ia menjelaskan bahwa organisasi ini memiliki tiga fungsi utama yang sangat vital. Pertama, sebagai wadah perjuangan yang menampung dan menyalurkan aspirasi serta kepentingan seluruh anggota kepada pemerintah maupun lembaga terkait. Kedua, melakukan advokasi secara aktif kepada pemerintah dan berbagai lembaga, guna membuka peluang yang lebih luas bagi koperasi untuk terlibat dalam kegiatan usaha maupun pengadaan barang dan jasa.
Selain itu, Dekopinda juga berfungsi mewakili kepentingan anggota, baik di dalam maupun di luar organisasi, serta berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam merencanakan dan melaksanakan pembinaan serta pengembangan koperasi.
“Oleh karena itu, dengan tugas dan fungsi tersebut, kami akan terus berupaya mengembangkan diri agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi gerakan koperasi di Kota Bogor,” pungkas Ade Syarif.













