Satusuaraexpress.co | Bogor – Pemerintah Kota Bogor bersama Pemerintah Kabupaten Bogor terus bergerak cepat mematangkan persiapan lahan demi terealisasinya peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek strategis nasional Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya. Proyek yang mengusung konsep Waste to Energy (WTE) ini nantinya akan menjadi solusi terpadu penanganan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar di kedua wilayah sekaligus daerah sekitarnya.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menegaskan bahwa persoalan sampah tidak akan pernah tuntas jika hanya ditangani oleh satu pihak atau satu daerah saja. Sinergi lintas wilayah dan dukungan dari pemerintah pusat menjadi kunci utama agar penanganan sampah dari hulu hingga ke hilir dapat berjalan sempurna.
“Jadi ada TNI-nya, ada pemerintah pusat, termasuk juga kami, kota dan kabupaten sudah benar-benar berupaya semaksimal mungkin untuk mempercepat menuju proses groundbreaking, supaya penanganan sampah yang dari hulu ke hilir itu bisa segera tuntas,” ujar Dedie, Selasa (14/7/2026).
Kehadiran perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, lanjutnya, membawa harapan besar bahwa berbagai kendala teknis maupun administratif yang masih tersisa di lapangan dapat segera diatasi dengan lebih cepat.
Baca juga : Pemkot Bogor Lanjutkan Terobosan Penataan Kota, Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman
“Insyaallah dengan ini bisa mengakselerasi semua hal-hal yang masih menjadi kendala atau hambatan di lapangan,” tambahnya penuh harap.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Nani Hendiarti menjelaskan bahwa proyek PSEL Bogor Raya dirancang di atas lahan seluas 8,7 hektare yang nantinya akan diintegrasikan dengan fasilitas pengolahan FABA.
Hingga saat ini, seluruh pihak berupaya memastikan kesiapan lahan rampung sepenuhnya sebelum pelaksanaan groundbreaking yang ditargetkan berlangsung pada awal Agustus mendatang.
“Dari Pemerintah Pusat yang dikoordinasikan oleh Kemenko Pangan, kami terus berkoordinasi erat dengan kementerian lain, yaitu Kementerian LH, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian ESDM, dan juga Danantara. Danantara ini kan sebagai pelaksananya, namun sebelum persiapannya itu kementerian-kementerian tadi yang kita terus berkoordinasi,” papar Nani.
Baca juga : Tiru Pengelolaan Parkir Bandung, Pemkot Bogor Ingin Tingkatkan Pendapatan dan Layanan
Lokasi pembangunan ini dinilai sangat strategis karena letaknya berdekatan dengan rencana pembangunan fasilitas pirolisis yang akan dibangun oleh TNI. Kedua sistem pengolahan ini nantinya akan saling melengkapi: pirolisis akan menangani sampah yang telah menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sedangkan PSEL akan berfokus mengolah sampah baru yang masuk ke lokasi tersebut.
Proses pemadatan dan penataan lahan yang dikenal dengan istilah cut and fill pun berjalan sangat ringan. “Lahannya sudah terlihat rata, tinggal sedikit penyesuaian saja. Jadi tidak membutuhkan usaha terlalu besar dan bisa dipercepat, karena yang paling penting ini diminta oleh Pak Menko Pangan untuk bisa segera berjalan,” ungkap Nani.
Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi menyambut baik dukungan pemerintah pusat yang dituangkan Presiden Prabowo Subianto dalam program penanganan sampah skala besar dan berkelanjutan ini. Ia menegaskan bahwa kerja sama antara Kota Bogor dan Kabupaten Bogor dalam menangani isu sampah sudah terjalin sejak lama dan terus dipertahankan hingga kini.
“Kota dan kabupaten sangat menyambut baik langkah ini. Maka saya mengajak kepada semua pihak, bahwa isu sampah ini memang cukup panjang perjalanannya. Mari kita bersama-sama mendukungnya demi lingkungan yang lebih baik,” ujar Ade.
Berdasarkan pantauan di lapangan, proses persiapan lahan ditargetkan selesai dalam waktu dua hingga tiga hari ke depan, dan paling lambat akan rampung dalam sepuluh hari. Dengan demikian, peletakan batu pertama proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik ini dapat dilaksanakan sesuai jadwal, yaitu pada awal Agustus 2026.













