Satusuaraexpress.co | Banjar – Seorang istri di Dusun Uman, Desa Paramasan Atas, Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar, tega penggal kepala suami. Adalah FT (28), perempuan yang mengakhiri nyawa suaminya berinisial DI.
Peristiwa mengenaskan sekaligus mengerikan terjadi pada Rabu 16 Juli 2025 sekira pukul 15.00 WITA. Jasad DI ditemukan di tengah hutan dengan kondisi tanpa kepala.
Peristiwa ini terungkap, kata Kepala Desa Paramasan Atas, Ihsan, setelah sang istri yang diduga menjadi pelaku, datang ke pondok pendulangan emas bersama anaknya dalam kondisi berlumuran darah dan lemas. Ia kemudian menyerahkan diri dan dibawa pihak keluarga ke lokasi aman.
Baca juga : Bubarkan Geng Motor, Satu Anggota Polsek Ligung Terkena Sabetan Celurit
Kondisi anak FT sendiri dalam keadaan baik-baik saja meski sempat dibuang ke sungai. Hal ini diungkapkan oleh kepala desa setempat, Ihsan, yang mengetahui kejadian tersebut.
Polisi mengungkap pembunuhan disertai mutilasi oleh istri terhadap suami di Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) berawal dari cekcok akibat kecemburuan. Saat cekcok terjadi, anak kandung sang istri menangis hingga dibuang oleh pelaku.
Tangisan itu mengganggu sang suami, inisial DI. DI pun melempar anak tirinya itu ke sungai. Tindakan tersebut membuat sang istri alias pelaku FT , murka. Beruntung anaknya berhasil diselamatkan dari sungai.
Baca juga : Lawan Eksploitasi PMI, Menteri Karding Resmikan 5 Desa Migran Emas di Gresik
“Karena saat cekcok anak pelaku menangis, korban membuang anaknya ke sungai. Korban emosi dan tidak bisa mengendalikan diri,” ungkap Kapolres Banjar, AKBP Fadly, Selasa (22/7/2025).
Cekcok berlanjut hingga mereka tiba di tepi Sungai Kuman, Dusun Oman, Desa Paramsan Atas. DI kemudian memukul FT hingga terjatuh. FT berusaha melawan dengan mengayunkan parang yang dibawanya ke arah sang suami.
Kejadian itu disaksikan oleh PP (34), kakak kandung pelaku. Tak terima adiknya menerima KDRT, PP mendekat dan ikut mengayunkan senjata tajamnya ke DI. Keduanya menganiaya korban hingga tewas dalam keadaan kepala dan tangan putus.
“Kepala korban dibuang sejauh 7 meter oleh pelaku, dengan alasan takut korban bangun lagi,” tutur Fadly.













