Tragis, Pamit Mencari Durian Kakak Beradik Ditemukan Tewas Berpelukan Di Perkebunan

ec21766ee3c9c90333dadbbd9a19ba1b
Ilustrasi

Satusuaraexpress.co | Lampung – Dua anak berinisial AT (8) dan KK (4) ditemukan tewas mengenaskan di dalam area perkebunan di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Sebelum ditemukan tewas, keduanya sempat pamit kepada orang tua untuk mencari durian di kebun.

Korban yang merupakan kakak beradik ini ditemukan tewas dengan posisi berpelukan. Polisi memastikan keduanya merupakan korban pembunuhan. Jasad keduanya sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Lampung.

Polisi telah memeriksa 20 orang saksi dalam kasus pembunuhan yang menewaskan kakak-beradik di Pesisir Barat, Lampung. Dari pemeriksaan, polisi menemukan bahwa orang tua korban sempat berkonflik dengan tetangganya.

Baca juga : Dalam Surat Dakwaan Kasus Judol, Nama Budi Arie Mendapat Bagian 50 Persen

Penyidik masih melakukan penyelidikan terkait tewasnya kakak-beradik yang ditemukan meninggal dalam posisi berpelukan di dekat rumahnya, di Pesisir Barat, Lampung, pada Rabu (14/05) yang lalu.

Dari pemeriksaan orang tua korban, polisi menemukan fakta bahwa mereka sempat berkonflik dengan salah satu tetangga.

Selain memeriksa saksi, polisi masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap barang bukti yang ditemukan di lokasi penemuan maupun di rumah korban.

“Hingga hari ini, Polres Pesisir Barat masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini, masih terus mengambil keterangan dari saksi-saksi,” terang Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari Yuyun, Rabu (21/5/2025).

Baca juga : Momen Polisi Balut Luka Orang Tua Korban Laka Lantas

“Di samping itu, untuk saat ini kita masih menunggu hasil dari puslabfor (pusat laboratorium forensik) terkait adanya pengiriman sampel DNA untuk menyamakan DNA terduga pelaku,” imbuhnya.

Ia mengatakan DNA yang diuji di puslabfor ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) dan barang bukti yang ditemukan di TKP.

Yuni lantas membeberkan sejumlah barang bukti yang ditemukan penyidik.

“Di TKP ada beberapa barang bukti, di antaranya beberapa celana pendek, celana panjang, baju, serta senjata tajam jenis parang,” jelasnya.

Baca juga : Dua Mahasiswa Ditetapkan Tersangka Kasus Penyanderaan Intel Polisi

Ia mengatakan senjata jenis parang yang ditemukan penyidik berjumlah dua buah.

“Selain itu juga ada sandal, tas belanja, karung berwarna putih,” tambahnya.

Namun, ketika ditanya apakah barang bukti yang ditemukan merupakan milik terduga pelaku, Yuni mengatakan hal itu masih didalami penyidik dan menunggu hasil uji labfor.

Baca juga : Sekretaris Komisi C DPRD DKI Jakarta Sebut Evaluasi Lima Jenis Pajak Belum Capai Target

Ia juga mengatakan polisi mengambil keterangan dari saksi yang menemukan kedua jenazah, pihak keluarga korban, serta saksi-saksi yang berpotensi terlibat dalam kejadian tersebut.

Sementara untuk penangkapan terduga pelaku, Yuni belum memberikan keterangan pasti.

“Masih didalami karena semua saksi-saksi masih diambil keterangan dan kita akan dalami semuanya,” jawabnya.

Ia juga belum membeberkan motif pembunuhan, Yuni mengaku polisi masih melakukan pendalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *