Satusuaraexpress.co, Jakarta – Oknum Babinsa Koramil di wilayah Kembangan berinisial (TG) diduga membekingi cafe tanpa izin. bahkan oknum ini sering membuat resah warga Kembangan dengan sikap arogan.
Bagaimana tidak cafe bermasalah, pasalnya dengan adanya cafe yang menjual miras dan pengunjungnya mabuk buka hingga dini hari. Warga menceritakan keberadaan cafe itu awalnya berupa cafe tempat makan, kini berubah menjadi cafe dengan menjual miras. layaknya diskotik buka hingga jam 3 dini hari.
Berdasar penelusuran Satusuaraexpress.co dengan mewancarai warga yang tahu persis kronologis Cafe ini pada Minggu (14 Juli 2024) membeberkan kronologisnya:
Ia memaparkan, Saya kan warga lama disini, pernah cek cafe itu karena banyak warga laporan sama. Intinya pemilik hendak mengkondisikan. saya katakan” Bapak kasih juga saya tolak, bukan saya sok kaya atau bagaimana ini urusannya ke warga saya”.
Udah gitu engga ada pembicaraan lagi. Banyak juga mempengaruhi wakil rw katanya orang punya ijin sih. bahkan ada ngeser (share ke wa) bahwa cafe punya ijin ijin itu kepada rw gitu. Yang ngeser bapak “T” babinsa itu.
Sidak dari Pemko sudah ada dari walikota sebelum dari kelurahan. Datanglah ke pariwisata dari tingkat kota, semua warga intinya rencana pengen ditutup. Tapi ada komunikasi mereka bersedia mengurangi kegiatan yang meresahkan masyarakat.
Kemudian Tokoh masyarakat H Muhidin dateng menghadap camat minta tolong dengan mengatakan, pak jangan sampe warga nanti anarkis’.
Berlanjut kemudian Sudin dari pariwisata datang. Kita mundur karena sudah wewenang dia kan. ‘Intinya pak kita masyarakat enggak menghalangi orang nyari rejeki. Silakan aja tapi jangan sampe ternoda dengan adanya kegiatan yang bisa mempengaruhi masyarakat kita, nih di situ rw 9 banyak pengajian. Kalo warga pada ikut ikutan anjur deh jadi masalah besar,” kata sumber informasi.
Kalo peristiwa minuman itu pak, lanjutnya, yang ada di rt 2 dulu udeh pernah waktu jamannya siapa ya tu bubar masyarakat pada kesitu. “Waktu ada sidak dari pariwisata saya bilang,saya pantau aja pak. Saya enggak dikasih tau hasil sidaknya. intinya saya juga minta untuk pantau nongkrong disitu ada tiga orang. Lama lama sih kegiatan agak berkurang ada juga keributan itu yang mabok dama yang mabok bukannya sama warga kita,’ ucapnya.B
Hal lain yang meresahkan sumber, ia bercerita bahwa pengunjung cafe pulang ada yang jam setengah empat, kalau pas bubar kan itu jalan satu arah, tapi mereka pada lawan arus. Yang gilanya mobil darimana weees.. Nah itu ada yang hampir ketabrak. “Serem dak kalo sampe berlanjut itu. kampung saya seperti apa gitu,” ungkap nya perihatin.
(red)













