Reporter: M Ikbal | Editor: Ghugus Santri
Jakarta, Satusuaraexpress.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan eks Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan dan tiga orang lainnya sebagai tersangka dugaan korupsi dalam pengadaan tanah di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur. Karena kasus ini, negara merugi Rp152,5 miliar.
“Atas perbuatan para tersangka tersebut, diduga telah mengakibatkan kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sebesar sejumlah Rp152,5 miliar,” kata Pelaksana harian Deputi Penindakan yang juga Direktur Penyidikan KPK Setyo Budiyanto di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (27/5/2021).
Baca Juga: Kasus Tanah Munjul, KPK Tetapkan Eks Dirut PD Sarana Jaya Yoory Jadi Tersangka
Kasus ini bermula saat PD Pembangunan Sarana Jaya yang masih dipimpin Yoory bekerjasama mengadakan lahan dengan PT Adonara Propertindo. Pada 8 April 2019 dilakukan penandatanganan Pengikatan Akta Perjanjian Jual Beli di hadapan notaris yang berlangsung di Kantor PD Pembangunan Sarana Jaya antara pihak Pembeli yaitu Yoory dengan pihak Penjual yaitu Anja Runtuwene selaku Wakil Direktur PT Adonara Propertindo.
“Selanjutnya masih di waktu yang sama tersebut, juga langsung dilakukan pembayaran sebesar 50 persen atau sekitar sejumlah Rp108.9 Miliar ke rekening bank Anja Runtuwene pada Bank DKI,” ujar Setyo.
Baca Juga: Bikin Ponpes Fiktif Agar Bisa Korupsi Dana Hibah Rp 117 Miliar
“Selang beberapa waktu kemudian, atas perintah Yoory PD Pembangunan Sarana Jaya membayar Anja Runtuwene sekitar Rp43,5 miliar.
Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. (mi/gs)













