KKP Pastikan Ketersediaan dan Stabilitas Harga Ikan Aman Selama Ramadan hingga Lebaran 2026

IMG 20260219 113137 scaled
KKP Pastikan Ketersediaan dan Stabilitas Harga Ikan Aman Selama Ramadan hingga Lebaran 2026.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan jaminan terkait ketersediaan pasokan ikan yang aman serta stabilitas harga selama periode Ramadan hingga Lebaran 2026.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, TB Haeru Rahayu, menyampaikan keyakinan bahwa produksi ikan hasil budidaya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan suci dan momen perayaan berikutnya. Dalam konferensi pers yang diadakan pada Kamis (19/2/2026), Haeru menjelaskan bahwa optimisme tersebut berdasarkan proyeksi produksi tiga bulan pertama tahun 2026 yang menunjukkan tren pertumbuhan positif.

“Kalau kita lihat ketersediaan hasil budidaya di 2026 ini, kami KKP, khususnya Dirjen Perikanan Budi Daya sangat optimistis. Kami bisa pastikan bahwa kebutuhan atau pasok ikan hasil budidaya dari sektor perikanan budidaya ini selama bulan puasa sampai nanti lebaran insyaallah bisa terpenuhi dengan baik,” ucapnya, Jumat (20/2/2026).

Berdasarkan data proyeksi Januari hingga Maret 2026, berbagai komoditas perikanan budidaya mengalami peningkatan produksi. Ikan kerapu mencatatkan kenaikan sebesar 11,32 persen, sementara produksi kakap juga menunjukkan perkembangan positif. Meskipun volume masih relatif terbatas, lobster tumbuh sebesar 12,27 persen.

Baca juga : KP2MI Pastikan Hak hingga Klaim Asuransi PMI Terpenuhi

Produksi udang tetap menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 3,63 persen, meskipun sebelumnya sempat terdampak isu cemaran cesium 137. Selain itu, produksi bandeng naik 0,84 persen dan ikan nila melonjak signifikan hingga 10,24 persen. Secara keseluruhan, rata-rata peningkatan produksi komoditas perikanan budidaya mencapai 19,09 persen.

Namun, terdapat kondisi berbeda pada komoditas ikan mas yang mengalami penurunan produksi sebesar 4,11 persen. Menurut Haeru, penurunan ini dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi sepanjang tahun 2025 yang berdampak pada sentra produksi.

“Kami punya modeling di Kerawang, luar biasa curah hujannya, untungnya ikan nila jauh lebih tahan dibandingkan dengan ikan yang lain secara umum,” tambahnya.

Dari sisi harga, pihaknya memastikan bahwa tekanan inflasi terkait harga ikan relatif terkendali. Kenaikan harga berbagai jenis ikan diperkirakan berada pada kisaran yang rendah, yaitu antara 0,25 hingga 1,39 persen, mulai dari ikan kerapu hingga ikan papuyu.

“Kekhawatiran inflasi juga tidak perlu kita risaukan. Kenapa? Di data ini terjawab sudah, harga kenaikannya hanya di sekitaran 0,25 sampai 1,39 persen,” jelas Haeru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *