Miris, Seorang Guru di SMPN 1 Baebunta Selatan Dipukuli Muridnya yang Bolos Belajar

IMG 20260127 WA0150
Guru SMP Negeri 1 Baebunta Selatan, Arpan Lisman.

Satusuaraexpress.co | Sulawesi Selatan — Senin (26/01/2026) kemarin, saat jam pelajaran berlangsung di SMP Negeri 1 Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara, terjadi insiden mengkhawatirkan di mana seorang guru diduga menjadi korban penganiayaan oleh salah satu muridnya yang tidak masuk kelas.

Peristiwa dimulai ketika guru bernama Arpan Lisman melakukan pengecekan kehadiran di dalam kelasnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan hanya satu orang siswa yang berada di dalam ruangan belajar.

Menemukan kondisi tersebut, Arpan kemudian berkeliling sekitar lingkungan sekolah untuk mencari siswa lainnya yang tidak hadir. Setelah berjalan sejauh sekitar 100 meter dari kelas, tepatnya di depan kantor sekolah, ia menemukan sejumlah siswa yang sedang berada di luar kelas tanpa alasan jelas.

Baca juga : Capaian Aktivasi IKD di DKI Jakarta Melampaui Target Nasional

Ketika diminta untuk kembali ke kelas, sebagian besar siswa tersebut langsung melarikan diri, hanya menyisakan satu siswa yang berinisial YS. Setelah kembali ke kelas bersama YS, murid tersebut mendekati Arpan dan bertanya, “Kamu cari siapa?” Saat Arpan menjawab, “Saya cari kamu,” ia secara refleks menendang bagian pantat YS.

Setelah kejadian tersebut, Arpan pergi dan duduk di depan kantor sekolah bersama rekan guru lainnya yang bernama Misdawadi. Tak lama berselang, YS kembali datang menghampiri Arpan sambil meneriakkan kata-kata kasar dengan ucapan “hai tailaso mau ko duet/singel”. Saat Arpan mencoba mendekati YS, pelaku langsung melakukan serangan dengan pemukulan secara membabi buta terhadapnya.

Baca juga : Kondisi Darurat Sampah Nasional, Dorong Evaluasi Penyeluruhan Pengelolaan Sampah di DKI Jakarta

Akibat penganiayaan yang diterima, Arpan mengalami luka robek pada bagian alis kanan yang menyebabkan pendarahan, serta memar pada mata sebelah kanan. Tidak dapat menerima tindakan yang dilakukan oleh muridnya tersebut, korban kemudian melaporkan peristiwa ini ke Polres Luwu Utara untuk mendapatkan penanganan secara hukum.

Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, Iptu Kadek Andi Pradnyadana, telah membenarkan adanya laporan tersebut. Kadek menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan resmi dari korban.

“Korban sudah melapor ke Polres. Kejadian berlangsung di SMPN 1 Baebunta Selatan, Desa Lara,” kata Kadek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *