Satusuaraexpress.co | Boyolali — Suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 2 Cepokosawit, Kecamatan Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, terasa sedikit berbeda tahun ajaran baru 2026/2027 ini.
Ruang kelas satu yang biasanya riuh penuh tawa dan tanya jawab anak-anak, kali ini hanya diisi satu bangku siswa yang ditempati Khansa, satu-satunya murid baru yang mendaftar ke sekolah tersebut. Namun, kehangatan dan semangat menyambut tahun ajaran baru tak sedikit pun berkurang.
Meski hanya menyambut satu siswa baru, seluruh rangkaian kegiatan MPLS tetap berjalan dengan tertib dan meriah. Khansa tampak tampil beda dengan mahkota buatan tangan dari kertas di kepalanya, antusias mengikuti setiap sesi pengenalan lingkungan sekolah dengan wajah berseri.
Ia tak tampak canggung atau kesepian, bahkan mengangguk semangat saat ditanya apakah senang bersekolah di sini meski sendirian di kelasnya.
Baca juga : MPLS di SDN Srengseng Sawah 15 Terhenti Tiba-tiba Akibat Ancaman Teror Bom
Wali Kelas I, Andriyani Mudrikah, mengaku meski jumlah siswa baru sangat minim, pihak sekolah bertekad memberikan pelayanan terbaik untuk Khansa.
“Sebenarnya kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Bahkan sudah dari pintu ke pintu mendatangi calon murid,” ujar Andriyani saat ditemui di sekolah, Senin (13/7/2026).
Ia bersama rekan guru lainnya tak segan menyisir kawasan sekitar sekolah, berkeliling mendatangi rumah warga yang memiliki anak usia masuk sekolah dasar. Bahkan ada orang tua calon siswa yang didatanginya hingga tiga kali berturut-turut.
“Ada satu orang tua yang kami datangi tiga kali. Tapi karena anaknya ingin sekolah di sekolah lain bersama teman sebayanya, akhirnya tidak jadi masuk ke sini,” cerita Andriyani dengan nada ikhlas.
Baca juga : MPLS 2025, SD 02 Pondok Petir Depok Sambut Peserta Didik dengan Tarian Kreasi
Bagi guru-guru di SDN 2 Cepokosawit, berapapun jumlah murid yang masuk, tanggung jawab dan semangat mendidik tetap sama besar. “Tapi berapapun muridnya saya harus tetap semangat. Kita layani sebaik-baiknya,” tegasnya.
Sementara itu, Khansa tampak tak terganggu dengan fakta bahwa ia satu-satunya siswa baru di angkatannya. Ia dengan ceria mengikuti arahan guru, menyimak penjelasan tentang lingkungan sekolah, dan berjanji akan belajar dengan rajin.
Kehadiran Khansa menjadi harapan sekaligus semangat baru bagi sekolah ini, bahwa pelita pendidikan tak akan pernah padam meski hanya dinyalakan satu nyala.













