Satusuaraexpress.co | Jakarta — Pertanian perkotaan atau urban farming kini semakin diakui peran krusialnya sebagai penopang ketahanan pangan di tengah padatnya kawasan perkotaan. Meski demikian, pengembangannya masih berhadapan dengan beragam rintangan: mulai dari keterbatasan lahan, minimnya infrastruktur dasar, hingga sulitnya akses air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak.
Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) menegaskan, konsep urban farming bukan hanya mampu menjamin ketersediaan pangan bagi warga sekitar, melainkan juga memperkuat daya tahan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim. Namun, keberlanjutan kawasan pertanian semacam ini sangat bergantung pada dukungan fasilitas yang memadai serta pengelolaan lingkungan yang teratur.
Sejalan dengan itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa akses air bersih dan sanitasi yang baik adalah kunci utama menjaga kesehatan warga serta mencegah penularan berbagai penyakit di lingkungan pemukiman.

Merespons tantangan tersebut, dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana turun langsung ke lapangan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di kawasan Botanical Kamal Garden, Kelurahan Kamal, Jakarta Barat.
Terbentang di lahan seluas sekitar 2,2 hektare, kawasan ini kini dikelola kelompok tani bersama warga setempat untuk membudidayakan beragam jenis sayuran, buah-buahan, hingga tanaman obat. Selain sebagai sumber penghasilan, tempat ini juga menjadi ruang terbuka yang berfungsi sebagai sarana edukasi lingkungan bagi pelajar maupun warga umum.
Baca juga : Vaksinasi Merdeka, Polres Jakbar Kolaborasi dengan Kampus Mercubuana
Dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung, tim perguruan tinggi melakukan berbagai perbaikan menyeluruh demi kenyamanan dan keberlanjutan kawasan. Mulai dari memperkuat dan memperbaiki pagar pembatas, menata jalan serta lahan pertanian, merenovasi saung istirahat warga, hingga memperbaiki sumur bor dan pompa air.
Tak hanya itu, tim juga memasang jaringan pipa air bersih dan saluran pembuangan, serta membenahi fasilitas toilet lengkap dengan pemasangan tangki septik yang layak. Warga pun dilibatkan aktif dalam proses perbaikan dan diajarkan cara merawat fasilitas tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Perwakilan dosen Universitas Mercu Buana, Dr. Acep Hidayat, menjelaskan bahwa pembenahan infrastruktur dan sanitasi ini menjadi fondasi penting.
Baca juga : Kabar gembira! warga Bisa Dapatkan Gambar Perencanaan Arsitektur Bangunan Gratis
“Peningkatan infrastruktur dan sanitasi diperlukan untuk mendukung ketahanan pangan, kesehatan lingkungan, serta kenyamanan warga dan pengunjung,” ujarnya.
Kegiatan pengabdian ini melibatkan sembilan tim dosen Yosie Malinda, Nabila, Bernadette Detty Kussumardianadewi, Desiana Vidayanti, Ika Sari Damayanthi Sebayang, Zel Citra, Retna Kristiana, Yopi Lutfiansyah, dan Acep Hidayat dibantu sejumlah mahasiswa.
Sementara itu, Lurah Kamal, Edy Sukarya, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja sama dan bantuan yang diberikan pihak kampus.
“Melalui sinergi yang terjalin antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan masyarakat, kawasan Botanical Kamal Garden diharapkan kelak dapat menjadi contoh sukses pertanian perkotaan yang bersih, aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi wilayah Jakarta Barat, ” tutupnya.













