PWNU DKI Jakarta Angkat Bicara Soal Desakan Pengunduran Diri Gus Yahya

IMG 20250508 WA0022 678x375 1
Ketua PWNU DKI Jakarta, Samsul Ma’arif.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta turut memberikan tanggapan terkait beredarnya risalah rapat harian Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang berisi desakan agar Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, mengundurkan diri dari jabatannya.

Ketua PWNU DKI Jakarta, Samsul Ma’arif menyatakan bahwa pihaknya menghargai segala pendapat yang berkembang dalam dinamika organisasi ini. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari dinamika internal organisasi yang sepenuhnya menjadi ranah PBNU dan jajaran Syuriyah.

“Kami pada hakikatnya menghargai semua pendapat yang berkembang,” ujar Samsul, Senin (24/11/2025).

Samsul mengimbau kepada seluruh pengurus NU di semua tingkatan, khususnya di wilayah DKI Jakarta, untuk tidak memberikan komentar atau membuat spekulasi terkait situasi yang tengah berlangsung. Ia menegaskan bahwa PWNU dan struktur di bawahnya tidak memiliki kewenangan untuk mencampuri persoalan internal yang menyangkut hubungan antara PBNU dan Syuriyah.

Baca juga : Sidang Pembacaan Putusan Kasus Makar NRFPB di Pengadilan Negeri Makassar: Terdakwa Divonis 7 Bulan Penjara

“PWNU dan struktur di bawahnya tidak memiliki kewenangan untuk mencampuri persoalan internal yang menyangkut hubungan PBNU dan Syuriyah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Samsul berharap agar dinamika yang terjadi di internal PBNU dapat segera menemukan jalan keluar yang terbaik demi kemaslahatan organisasi. Ia juga menyampaikan bahwa PWNU DKI Jakarta akan terus memantau perkembangan situasi ini.

“Mudah-mudahan ada titik temu terbaik untuk kemaslahatan organisasi NU. Pokoknya kami hanya menunggu,” pungkasnya.

Baca juga : Perumda Pasar Jaya Lakukan Investasi Rendah di Pasar Permuka

Sebelumnya, Ketua PBNU Bidang Pendidikan dan Hukum Prof. Mukri, telah membenarkan beredarnya risalah rapat harian Syuriyah yang meminta Gus Yahya untuk mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PBNU dalam waktu tiga hari. Jika tidak, Syuriyah mengancam akan menempuh jalur pemberhentian atau pemakzulan.

Desakan ini diduga terkait dengan kehadiran akademikus Peter Berkowitz dalam acara Akademi Kepemimpinan Nasional NU beberapa waktu lalu. Peter Berkowitz dikenal sebagai penulis buku yang membela Israel dalam hukum internasional, yang dianggap oleh sebagian pihak bertentangan dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah yang dianut oleh NU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *