Satusuaraexpress.co | Raja Ampat – Gubernur Papua Barat Daya dan Bupati Raja Ampat kompak mengklaim bahwa sebagian besar masyarakat pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat menolak pertambangan nikel PT Gag Nikel ditutup. Alasannya karena sebagian mata pencarian masyarakat di pulau itu dari aktivitas pertambangan tersebut.
Bupati Raja Ampat, Orideko Burdam mengatakan tidak ada pencemaran lingkungan di laut sekitar lokasi tambang. Hal ini berdasarkan hasil kunjungan Menteri ESDM dan Gubernur Papua Barat Daya ke Pulau Gag.
Baca juga : Mulai Tahun 2026, Menteri Keuangan Hapus Tunjangan Komunikasi dan Uang Saku ASN
“Jadi informasi yang beredar kita pantau langsung, ternyata kita tidak dapat pencemaran lingkungan seperti yang beredar di medsos. Saya apresiasi dengan PT Gag Nikel yang terus melakukan pengawasan melalui amdal agar tidak ditemukan bermasalah ke depan,” kata Orideko di Sorong pada Senin (9/6/2025).
Orideko juga memastikan kunjungan wisatawan ke Raja Ampat masih normal.
Baca juga : Waspada, Kasus Covid-19 di Beberapa Negara Melonjak
“Saya dapat pesan dari masyarakat Pulau Gag Nikel untuk sampaikan kepada Bapak Menteri Bahlil, mereka tidak mau pak menteri tutup tambang itu, yang masyarakat inginkan itu,” katanya.
Di sisi lain, Orideko berharap seluruh masyarakat menjaga keindahan wisata wilayah tersebut dengan baik.
“Kita harus jaga Raja Ampat bersama-sama, lalu kita promosi yang baik jangan ada negatif atau berita hoaks. Kita juga ke depan akan selalu jaga daerah wisata kita jangan ada pencemaran,” katanya.













