Satusuaraexpress.co | NTB – Aksi heroik ditunjukkan oleh Diki Angga Biata, Satpam Islamic Center NTB. Berkat kesigapannya, ia berhasil mengamankan pria bermukena yang ikut salat di saf wanita.
Diki menceritakan kronologi kejadian yang dimulai sejak kecurigaan jemaah wanita jelang salat zuhur.
“Saya ditelpon oleh Secwan (Security Wanita) yang bertugas di lokasi, katanya ada yang mencurigakan di area jemaah perempuan,” kata Diki, Selasa (15/4/2025).
Baca juga : Penumpang Gugat Grup Lion Air Rp 100 Karena Kerusakan Bagasi
Satpam wanita awalnya sempat mencoba meminjam mukena kepada jemaah yang belakangan diketahui seorang pria bernama Farhan Rifki Yulianta.
Kecurigaan pun muncul ketika melihat tangan jemaah itu berbulu tak seperti layaknya seorang wanita. Prasangka pun makin menjadi ketika perawakan Farhan makin terlihat seperti pria sewaktu salat di saf depan.
Jemaah wanita di samping kiri dan kanan akhirnya menyadari bahwa yang di tengah mereka bukan seorang perempuan usai salam tahiyatul akhir.
“Di sana (Masjid) kondisi tegang, sebagian ibu-ibu atau jemaah tidak salat, sebagian juga ada yang menyisihkan diri salat, ada juga yang ikut berjamaah,” kata Diki.
Baca juga : Seluruh Perjalanan Whoosh Dioperasikan Sepenuhnya oleh SDM Indonesia
Usai salat, Diki bersama rekannya menunggu pria bermukena itu di depan pintu masuk jemaah wanita. Tapi dirasa lama, Diki pun memutuskan masuk dan menghampiri Farhan.
“Panggilan pertama tidak dihiraukan, panggilan kedua juga sama, panggilan ketiga baru dia mau ke belakang,” kata Diki.
Dia mencoba menanyakan jenis kelamin Farhan namun tidak dijawab. Diki lalu membuka masker Farhan sehingga tampak wajah seorang laki-laki.
Baca juga : 707.622 Peserta Didik Akan Menerima KJP Plus Tahap I
“Ini baru pertama kali terjadi di Islamic Center NTB namun dampaknya membuat jemaah trauma, ” ujarnya.
Sementara, Kepala UPT Destinasi Unggulan Islamic Center NTB, Sahnan, mengonfirmasi bahwa FR, adalah mahasiswa Universitas Mataram asal Kabupaten Lombok Tengah.
“Sekarang sudah diamankan petugas kepolisian,” ujar Sahnan.
FR tiba di masjid mengenakan mukena berwarna putih bermotif daun dan ranting, serta bawahan berwarna coklat. Penyamaran FT terbongkar saat salah satu petugas keamanan yang tengah berpatroli merasa curiga dengan gerak-gerik pelaku yang tidak biasa untuk seorang wanita.
Baca juga : Diduga Lecehkan Pedagang Kopi, Aiptu Sugiri Dipatsus
Petugas keamanan pun segera melaporkan kecurigaanya kepada atasannya. Kemudian mendatangi FR yang ketika itu berada di saf jemaah perempuan. Setelah melakukan pemeriksaan dan membuka masker pelaku, petugas keamanan pun langsung menangkap pria tersebut.
Lebih lanjut, Sahnan menerangkan, kecurigaan terhadap FR muncul lantaran perbedaan postur tubuhnya yang terlihat lebih mirip laki-laki.
“Dari postur tubuhnya (laki-laki) dan masuk ke jemaah wanita membuat kecurigaan sekuriti,” kata Sahnan.
Kini, FR telah diserahkan kepada Polsek Selaparang, Kota Mataram.
Motif Pria Bermukena
Motif FR menggunakan mukena dan berada di saf jemaah perempuan kini terungkap.
Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Regi Halili menyampaikan, FR sebelum melakukan aksinya mengaku bermimpi untuk menjalankan perintah salat di saf wanita.
Baca juga : Kejagung Tetapkan Tersangka Ketua PN Jaksel Terkait Kasus Polisi Tembak Laskar FPI
“Jadi pria tersebut melakukan hal tersebut atas dasar petunjuk dari mimpinya, dari pagi yang bersangkutan inisial F meniatkan itu mengambil dari rumah dan membawanya, memasukan ke tas,” jelas Regi.
Regi menyebut, mukena itu sempat dibawa FR berkuliah. Mantan Kasat Reskrim Polres Sumbawa itu menerangkan awal mula FR diketahui sebagai seorang pria, berdasarkan kecurigaan jemaah wanita lain.
“Kalau dilihat lebih jauh perempuan, karena apa, karena memakai mukena, tetapi kalau dilihat lebih dekat dia terlihat seperti laki-laki, karena alisnya tebal,” jelas Regi.
Merasa curiga dengan tingkah FR salah satu jemaah mencoba menanyakan identitas yang bersangkutan, dan akhirnya terungkap di balik mukena berwarna atasan putih dan bawahan pink tersebut merupakan seorang laki-laki.
“Pengakuannya baru pertama kali melakukan aksi tersebut, ” tutupnya.













