Inspeksi Jalur Alternatif: Langkah Cepat Pemkot Bogor Jaga Kelancaran Lalu Lintas Pasca Longsor

IMG 20260519 WA0004
Inspeksi Jalur Alternatif: Langkah Cepat Pemkot Bogor Jaga Kelancaran Lalu Lintas Pasca Longsor.

Satusuaraexpress.co | Bogor — Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, turun langsung ke lapangan guna meninjau kondisi dua jalur alternatif yang kini menjadi tumpuan warga menuju kawasan Jalan Saleh Danasasmita, Batutulis. Peninjauan dilakukan menyusul terjadinya longsor yang menutup akses utama tersebut.

Lokasi yang disambangi berturut-turut adalah jalur undak Lawang Gintung yang terhubung ke Cipaku, serta Jalan Sirnagalih yang menghubungkan kawasan BNR-Ranggamekar hingga ke Pamoyanan.

Di titik pertama, jalur undak Lawang Gintung, Jenal yang didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengamati langsung kondisi medan yang cukup menantang. Jalur ini memiliki karakteristik jalan yang curam dan sempit, dengan permukaan yang kerap menjadi licin, terutama saat cuaca sedang tidak bersahabat.

Kondisi ini menuntut pengendara untuk lebih berhati-hati saat melintas. Meski demikian, Jenal memastikan jalur ini masih layak dimanfaatkan sebagai solusi sementara sebelum pembangunan jalan trase baru rampung sepenuhnya.

Baca jugaKota Bogor, Rujukan Pembelajaran Penanggulangan Bencana Nasional

“Minimal sementara sampai selesai jalan trase baru, jalur ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Insyaallah besok diaspal oleh Dinas PUPR menggunakan anggaran pemeliharaan,” ujar Jenal, Selasa (19/5/2026).

Bergerak ke wilayah Ranggamekar, kondisi yang ditemui memiliki tantangan berbeda. Di Jalan Sirnagalih, Jenal melihat kondisi permukaan jalan yang rusak parah. Kerusakan ini ternyata berkaitan erat dengan masalah genangan air yang selalu muncul setiap kali hujan deras turun. Penyebab utamanya adalah belum adanya sistem aliran drainase yang memadai dan menunjang fungsi jalan tersebut.

Bahkan, ditemukan pula kondisi di mana salah satu pemilik bangunan kontrakan di sisi jalan telah membuat saluran air, namun pembuatannya berada di ketinggian yang lebih tinggi dari permukaan jalan, sehingga air hujan justru tidak dapat masuk ke saluran tersebut dan malah menggenang di badan jalan.

Terkait hal ini, Jenal memerintahkan Dinas PUPR untuk segera melakukan pengaspalan sementara guna memulihkan fungsi jalan agar warga bisa melintas dengan aman dan nyaman. Untuk jangka panjang, perencanaan penyesuaian elevasi jalan juga akan dilakukan agar masalah genangan tidak terulang.

Baca jugaDi Tengah Arus Digitalisasi, Sekolah Islam di Bogor Lestarikan Budaya Nusantara Lewat Gelar Karya

“Ada pemilik kontrakan di depan jalan tersebut yang membangun drainase, hanya lebih tinggi dari jalan sehingga air tidak masuk. Nanti akan coba kita panggil,” jelasnya.

Lebih jauh, Jenal mengapresiasi langkah cepat aparatur wilayah yang sejak awal kejadian longsor langsung bergerak mengidentifikasi dan membuka akses-akses alternatif bagi warga. Namun, tingginya intensitas kendaraan yang melintas di jalur-jalur alternatif ini membuat kondisinya memerlukan perhatian dan pemeliharaan berkelanjutan.

Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya peran aktif para pejabat wilayah, mulai dari camat hingga lurah, untuk selalu peka terhadap apa yang dirasakan dan disampaikan oleh masyarakat.

“Saya meminta langsung camat dan lurah membuka telinga. Jika ada aduan masyarakat terkait jalan berlubang dan jalan yang perlu diperbaiki, segera laporkan kepada pimpinan atau dinas teknis,” ungkap Jenal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *