Satusuaraexpress.co | Bogor — Puluhan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang datang dari berbagai penjuru Indonesia, mengunjungi Kantor Walikota Bogor, untuk belajar dan saling bertukar pengalaman. Rombongan ini dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kheriawan, dan disambut hangat serta penuh hormat oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.
Kunjungan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari kegiatan Pelatihan Manajemen Bencana Tingkat Lanjut, sebuah program yang dirancang secara khusus oleh Pusdiklat BNPB guna meningkatkan kualitas dan kemampuan para pemimpin di bidang penanggulangan bencana. Tidak hanya diikuti oleh perwakilan dari tingkat kabupaten dan kota, kegiatan ini juga dihadiri oleh pejabat dari tingkat provinsi, sehingga menciptakan ruang pertemuan yang luas dan bermanfaat bagi seluruh jajaran yang terlibat dalam upaya perlindungan masyarakat.
Menurut penjelasan Kheriawan, pemilihan Kota Bogor sebagai lokasi kunjungan bukanlah hal yang kebetulan, melainkan didasari oleh keberhasilan daerah ini dalam mengelola berbagai tahap penanggulangan bencana, terutama dalam proses pemulihan setelah terjadinya peristiwa bencana.
Salah satu keunggulan yang menjadi sorotan adalah adanya sistem peringatan dini yang andal dan terpadu, yang dibangun untuk mengantisipasi dua ancaman utama yang sering terjadi di wilayah tersebut, yaitu tanah longsor dan banjir.
Baca juga : Di Tengah Arus Digitalisasi, Sekolah Islam di Bogor Lestarikan Budaya Nusantara Lewat Gelar Karya
“Sistem ini bekerja sebagai mata dan telinga yang selalu waspada, mampu mendeteksi tanda-tanda bahaya sejak dini sehingga langkah pencegahan dapat segera diambil dan risiko kerugian dapat diminimalkan, ” kata Kheriawan, Jumat (15/5/2026).
Selain keunggulan di bidang sistem dan teknologi, Kota Bogor juga dikenal aktif dan konsisten dalam melakukan penyuluhan serta pendidikan terkait kebencanaan kepada seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan dengan berbagai cara dan pendekatan, sehingga pengetahuan mengenai cara menjaga keselamatan, mengenali ancaman, dan bertindak tepat saat situasi darurat menjadi pengetahuan yang dipahami dan dimiliki oleh banyak orang.
“Hal inilah yang membuat daerah ini menjadi salah satu sumber pengetahuan tambahan yang berharga dalam rangkaian pelatihan tersebut, ” ujarnya.
Sebanyak 67 Kepala Pelaksana yang hadir datang dengan harapan besar agar pengetahuan dan pengalaman yang didapatkan selama kunjungan ini dapat diterapkan di daerah masing-masing. Mengingat letak geografis dan kondisi alam Indonesia yang membuatnya memiliki risiko terjadinya berbagai jenis bencana yang cukup tinggi, peningkatan kemampuan dan kesiapan petugas menjadi hal yang sangat mendesak dan penting.
Baca juga : Kepemimpinan Kuat: Kunci Sinergi Pemerintah Bogor dan Masyarakat Menjawab Tantangan Pembangunan
“Tujuannya tidak lain adalah agar setiap daerah memiliki kekuatan dan kemampuan yang memadai untuk menghadapi segala tantangan yang mungkin timbul, serta mampu melindungi nyawa dan harta benda masyarakat yang mereka layani, ” tuturnya.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyampaikan rasa bangganya karena daerah yang dipimpinnya dipercaya menjadi salah satu tempat rujukan pembelajaran nasional, yang mencakup berbagai aspek mulai dari upaya pencegahan dan pengurangan risiko, penanganan saat keadaan darurat, hingga proses pemulihan pascabencana.
Ia menyampaikan bahwa tidak ada satu cara atau sistem pun yang dapat dianggap paling sempurna atau paling unggul, namun keberhasilan yang telah dicapai sejauh ini tumbuh dari dasar yang kuat, yaitu ketekunan dan semangat juang seluruh anggota BPBD, niat yang tulus dalam melayani masyarakat, serta cara kerja yang cerdas dan terencana dengan baik.
“Pentingnya kesetiaan dan dedikasi dalam menjalankan tugas, agar upaya penanggulangan bencana senantiasa berjalan sesuai tujuan dan tidak terpengaruh oleh hal-hal yang tidak berkaitan dengan kepentingan bersama, ” kata Jenal.













