Satusuaraexpress.co | Jakarta – Komitmen Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat dalam mewujudkan ketertiban umum dan kenyamanan bagi pejalan kaki kembali dibuktikan melalui aksi nyata. Di bawah arahan Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah bergerak cepat menertibkan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) liar yang mengokupasi trotoar dan badan jalan.
Penertiban ini difokuskan pada kawasan Kavling Hankam, sebuah wilayah yang sebelumnya dilaporkan warga mengalami penyempitan akses akibat aktivitas perdagangan yang tidak pada tempatnya. Para pedagang terpantau menggunakan badan jalan untuk menggelar lapak, yang secara otomatis memicu kemacetan serta menghilangkan hak para pejalan kaki untuk melintas dengan aman.
Langkah tegas ini diambil menyusul adanya laporan keberatan dari warga yang merasa terganggu dengan semrawutnya tata ruang di kawasan tersebut. Tidak butuh waktu lama bagi jajaran terkait untuk turun ke lapangan guna memastikan fungsi jalan dan trotoar kembali normal. Pendekatan yang dilakukan tetap mengedepankan cara-cara persuasif namun tegas, guna memastikan para pedagang memahami bahwa fasilitas publik tidak boleh dialihfungsikan secara sepihak.
Aksi tanggap darurat terhadap estetika kota ini mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat setempat. Kehadiran pemerintah di tengah persoalan warga dianggap sebagai bukti nyata bahwa kanal pengaduan masyarakat berfungsi dengan sangat efektif.
Yusup (nama samaran), salah satu pengguna jalan yang setiap hari melintasi kawasan Kavling Hankam, mengungkapkan rasa leganya setelah melihat kondisi jalan yang kini lebih lapang. Menurutnya, keberadaan pedagang di badan jalan sebelumnya sangat membahayakan keselamatan, terutama bagi lansia dan anak-anak yang terpaksa berjalan di jalur kendaraan karena trotoar yang tertutup lapak.
”Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Wali Kota dan jajaran Pemkot Jakarta Barat. Penanganannya sangat cepat. Begitu warga mengadu, langsung ada tindakan nyata. Sekarang jalanan jadi lebih tertata, tidak macet lagi karena dagangan yang meluber ke jalan,” ujar Yusup saat memberikan testimoni di lokasi, Minggu 18 Januari 2026.
Senada dengan Yusup, tokoh masyarakat di lingkungan Kavling Hankam juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. Kebijakan penertiban ini dinilai bukan sekadar soal kebersihan, melainkan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesehatan lingkungan dan kelancaran aktivitas ekonomi warga secara lebih luas dan teratur. Doa dan harapan agar jajaran pimpinan Pemkot Jakarta Barat selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan pun mengalir dari warga yang merasa terbantu.
Pemkot Jakarta Barat menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan secara berkala. Hal ini bertujuan agar para pedagang tidak kembali lagi ke lokasi yang dilarang. Selain melakukan penertiban, pihak wilayah juga terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga fasilitas publik agar Jakarta Barat tetap menjadi kota yang humanis, bersih, dan tertib bagi semua lapisan masyarakat.
Keberhasilan penertiban di kawasan Hankam ini diharapkan menjadi standar bagi penanganan masalah serupa di titik-titik lain di wilayah Jakarta Barat, guna memastikan seluruh infrastruktur kota dapat dinikmati sesuai fungsinya.
(Uaa)













