Wiranto Sebut Pendidikan Muhammadiyah Bukan Hanya Dakwah Tapi Sumbangsih Nyata Bangsa

IMG 20260113 WA0006
Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purnawirawan) Dr. Wiranto.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purnawirawan) Dr. Wiranto menyampaikan bahwa Pendidikan Muhammadiyah bukan hanya berkaitan dengan dakwah Islam, melainkan juga memberikan sumbangsih nyata dalam proses pendirian dan pembangunan bangsa Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikannya pada acara Pengukuhan empat Guru Besar dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), yang berlangsung di Auditorium K.H. Azhar Ba’asyir, Gedung Cendekia UMJ, pada Selasa (13/1/2026).

Dalam paparannya, Wiranto menjelaskan bahwa kemajuan yang dicapai oleh universitas-universitas Muhammadiyah saat ini tidak dapat dipisahkan dari visi besar pendirinya, KH Ahmad Dahlan.

“Lebih dari satu abad yang lalu, tokoh tersebut telah merintis pendidikan Muhammadiyah dengan konsep yang awalnya sederhana, ” kata Wiranto.

Baca juga : KP2MI Buka Peluang Penempatan Pekerja Migran Indonesia ke Suriname dan Guyana

Menurut Wiranto, KH Ahmad Dahlan mungkin tidak pernah membayangkan bahwa gagasannya tersebut akan berkembang menjadi kekuatan besar yang berkontribusi pada pembangunan bangsa.

Selain itu, Wiranto juga mengucapkan ucapan selamat atas pengukuhan empat Guru Besar baru di UMJ, serta menyambut baik rencana penambahan dua Guru Besar lainnya di masa mendatang. Ia menyebutkan bahwa pencapaian tersebut merupakan prestasi luar biasa dan sejalan dengan cita-cita nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Ini sejalan dengan amanat Presiden dan konstitusi, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Universitas Muhammadiyah telah membuktikan kegigihannya dalam mendidik anak bangsa,” jelasnya.

Baca juga : Diduga Pencemaran Nama Baik, Pandji Pragiwaksono Dipolisikan oleh Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah

Wiranto menegaskan bahwa capaian menjadi Guru Besar merupakan puncak tertinggi dalam dunia akademik. Ia mengibaratkan jabatan tersebut setara dengan pangkat tertinggi yang ada dalam dunia militer.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Achmad Jaenuri, Ph.D., menegaskan bahwa pengukuhan Guru Besar merupakan bagian penting dalam upaya penguatan sumber daya manusia unggul di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah.

“Pengukuhan Guru Besar bukan sekadar capaian akademik, tetapi tonggak pengabdian keilmuan yang harus berdampak bagi kemajuan bangsa,” ujar Prof. Achmad Jaenuri.

Ia juga mengapresiasi komitmen UMJ yang terus mendorong peningkatan kualitas akademik melalui penambahan jumlah Guru Besar. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan keseriusan perguruan tinggi Muhammadiyah dalam membangun kualitas kelembagaan sekaligus memperkuat daya saing di tingkat global.

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk menyiapkan generasi masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan dan kemanusiaan,” tambahnya.

Acara pengukuhan Guru Besar ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A., Ketua PWM DKI Jakarta Dr. Akhmad H. Abubakar, M.M. Selain itu, juga hadir Guru Besar Tamu dari Universitas Muhammadiyah Magelang Prof. Dr. Ir. Muji Setiyo, S.T., M.T., Guru Besar Universitas Indonesia Prof. Achir Yani, S. Hamid., MN., DNSc., serta Guru Besar UIN Syarif Hidayatulah Prof. Dr. Drs. Muhammad Amin Suma, S.H., M.A., M.M.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *