Siswa Kelas 1 SD di Tangerang Selatan Raih Dua Medali Emas di Ajang Olimpiade Matematika Internasional

ragnar azhar saddiq 1740549759430 1
Ragnar Azhar Saddig Lasabuda, berhasil meraih dua medali emas di ajang olimpiade matematika internasional.

Satusuaraexpress.co | Tangerang Selatan – KEREN! Siswa kelas 1 SD Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan bernama Ragnar Azhar Saddig Lasabuda, berhasil meraih dua medali emas di ajang olimpiade matematika internasional dalam waktu yang berdekatan.

Pada Februari 2025, Ragnar sukses menyabet medali emas di Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO) 2024-2025 yang digelar di Chiang Mai, Thailand.

Kompetisi ini sendiri diikuti 3.600 peserta dari 17 negara dan diselenggarakan oleh Olympiad Champion Education Center (OCEC) bersama Thailand Mathematics Society. Tak hanya menang di kategori kelas 1, Ragnar juga meraih Euler Prize berkat nilai sempurna di bidang Number Theory.

Baca juga : Solo Diusulkan Menjadi Provinsi Baru Bernama Daerah Istimewa Surakarta

Di bulan sebelumnya, tepatnya Januari 2025, Ragnar juga berhasil meraih medali emas di SEAMO X di Malaysia dan menjadi satu-satunya peserta Indonesia yang menang di kategori Grade 1.

Menariknya, Ragnar belajar matematika secara mandiri di rumah tanpa mengikuti les karena kecintaannya pada matematika sudah tumbuh sejak usia 3 tahun. Orang tuanya menyebut bahwa kepercayaan diri dan keberaniannya juga berkembang seiring prestasinya.

Namun sayang, prestasi Ragnar seakan tak muncul dan viral di media sosial, jika dibandingkan dengan konten-konten lainnya.

Baca juga : Mbok Yem, Pemilik Warung Tertinggi di Indonesia Wafat di Usia 82 Tahun

“Yang pasti saya sangat bersyukur dan bangga melihat Ragnar bisa konsisten meraih medali emas,” ucap ibunda Ragnar, Syahidah, Minggu (27/4/2025).

Keberhasilan ini, tidak hanya datang secara instan. Sejak September 2024, Ragnar sudah melewati babak penyisihan dan hanya memperoleh medali perunggu.

Namun, dengan waktu yang ada, Ragnar terus berlatih dan meningkatkan kemampuannya. Di sisi lain, Syahidah menuturkan bahwa waktu menjadi tantangan.

“Membagi waktu menjadi tantangan terbesar, apalagi saat ini di sekolah sudah berjalan tengah semester. Jadi benar-benar harus memperhitungkan kapan bermain santai, kapan mengerjakan tugas sekolah, dan kapan belajar untuk olimpiade,” ungkapnya.

Baca juga : Peringati Hari Bumi Sedunia, Sudin LH Jakbar Selenggarakan Uji Emisi Gratis

Meski begitu, Syahidah mengakui, di luar sisi akademis, terdapat perkembangan lain dari Ragnar seperti kepercayaan diri dan keberanian yang meningkat.

“Di luar sisi akademis, perkembangan lain yang saya perhatikan adalah Ragnar lebih percaya diri dan berani dalam berinteraksi dengan pelajar dari negara lain,” imbuhnya.

Selain Ragnar, tim Indonesia juga meraih puluhan medali dari berbagai kategori di ajang TIMO 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *