Status Siaga Gunung Anak Krakatau, BPBD Banten Perkuat Mitigasi: Wisata Anyer-Carita Tetap Aman Dikunjungi

1773173988676917 94eb0a3111 berita banten
Kepala BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin.

Satusuaraexpress.co | Serang — Seiring dengan ditetapkannya status Level III (Siaga) bagi Gunung Anak Krakatau (GAK), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten terus memperkuat berbagai langkah mitigasi dan kesiapsiagaan. Pemerintah juga meminta masyarakat maupun wisatawan agar tidak panik berlebihan, dan menegaskan aktivitas pariwisata di kawasan pesisir Anyer hingga Carita berjalan aman seperti biasa.

Kepala BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, menyampaikan hal tersebut di Serang, Senin. Ia menjelaskan, fokus pengawasan tidak hanya tertuju pada pemantauan aktivitas erupsi semata, melainkan juga mematangkan strategi antisipasi dampak sekunder, terutama potensi bahaya tsunami yang mungkin muncul akibat perubahan bentuk tubuh gunung berapi tersebut.

“Langkah mitigasi sebenarnya sudah kita jalankan sejak awal tahun, dan kini diperkuat kembali seiring dengan peningkatan status GAK ke Level III,” ujar Lutfi, Senin (13/7/2026).

Ia meyakinkan masyarakat tidak perlu cemas berlebihan. Apabila terdeteksi adanya aktivitas erupsi yang berpotensi memicu tsunami, sistem peringatan dini yang telah disiapkan memberikan waktu emas sekitar 40 menit bagi warga pesisir untuk melakukan evakuasi secara aman dan tertib.

Baca jugaBPBD DKI Jakarta Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob 14–21 Mei 2026

Agar skenario penanganan darurat berjalan lancar, BPBD Banten terus memantapkan koordinasi lintas sektor bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), jajaran TNI, Polri, serta pemerintah daerah setempat.

Upaya lain yang dilakukan adalah memberikan pelatihan evakuasi cepat kepada tim Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) yang berjaga di sepanjang garis pantai, agar siap bertindak kapan saja dibutuhkan.

Lutfi juga menegaskan, keputusan untuk melakukan evakuasi massal akan selalu didasarkan pada hasil analisis data dan informasi resmi dari pihak berwenang.

“Erupsi gunung tidak serta-merta mengharuskan masyarakat mengungsi, selama belum ada indikasi nyata bahaya tsunami,” jelasnya.

Baca jugaBPBD DKI Siapkan Langkah Mitigasi Hadapi El Nino yang Diprediksi Lebih Panjang

Sementara itu, Pengamat Gunung Api PVMBG di Pos Pengamatan GAK, Anggi Nuryo Saputro, mengimbau masyarakat agar tidak menyamakan kondisi gunung saat ini dengan peristiwa dahsyat tsunami Selat Sunda tahun 2018. Menurutnya, secara morfologi keadaan Gunung Anak Krakatau kini sudah jauh berbeda.

Berdasarkan kajian para ahli, tinggi tubuh GAK saat ini hanya berkisar 158 meter di atas permukaan laut (mdpl) jauh lebih rendah dibandingkan sebelum peristiwa 2018 yang saat itu mencapai ketinggian 337 mdpl.

“Kondisinya tidak sama dengan tahun 2018. Namun, masyarakat tetap wajib mematuhi rekomendasi PVMBG, yakni dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Seluruh informasi terbaru dan resmi dapat diakses melalui aplikasi maupun laman MAGMA Indonesia,” tegas Anggi.

Berkat gencarnya sosialisasi, edukasi, serta penguatan sistem mitigasi yang dilakukan pemerintah, geliat pariwisata di pesisir Banten tetap berjalan normal dan penuh semangat.

Pantauan di lapangan menunjukkan kawasan wisata seperti Pantai Bandulu di Anyer maupun Pantai Pandan di Carita tetap dipadati rombongan wisatawan dari berbagai daerah, mulai dari Bekasi, Bogor, hingga Tangerang yang menikmati deburan ombak dan keindahan pantai dengan aman serta nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *