Anak Korban Penembakan di Rest Area Tol Tangerang-Merak Bantah Klaim Kapolsek Cinangka

Korban Sudah Bawa Dokumen Kepemilikan Mobil Justru Dituduh dari Leasing

IMG 20250102 WA0011
Salah satu korban penembakan di Rest Area KM 45 Tol Jakarta-Merak mendapat pertolongan.

Satusuaraexpress.co | Tangerang – Kasus penembakan rest area Tol Tangerang-Merak masih terus berlanjut. Terbaru, putra dari bos rental mendiang IAR (48), Rizky Agam membuat pernyataan mengejutkan. Ia membantah pernyataan dari Kapolsek Cinangka AKP Asep Iwan bahwa ia dan ayahnya tak membawa dokumen kepemilikan mobil saat lapor soal dugaan pencurian mobil dan minta didampingi.

Seperti diketahui, IAR tewas ditembak oleh terduga pelaku penggelapan mobil di rest area Tol Tangerang-Merak.

Menurut Rizky, pihak Polsek Cinangka tak mau memberikan pendampingan dan menyebut dia dan ayahnya dari leasing. Padahal, ia telah menunjukkan bukti kepemilikan kendaraan mulai dari BPKB, STNK, hingga kunci cadangan.

Baca : LKPP Sebut Belanja Pemerintah Tahun Anggaran 2024 Capai Rp1.259,2 Triliun atau Setara 108,41 Persen

“Kita sudah infokan, kita mobil rental, pribadi. Dan kita bawa bukti kepemilikan, BPKB, STNK, dengan kunci serep,” kata Rizky, Minggu (5/1/2025).

Dia menceritakan saat itu pihaknya hanya meminta pertolongan agar diberikan pendampingan saat mobilnya diketahui hendak dibawa kabur oleh pelaku yang disinyalir berjumlah empat orang.

Terlebih, kata dia, mobil jenis Honda Brio yang dibawa gerombolan pelaku hanya berjarak sekitar 200 meter dari lokasi.

Baca : Dua Remaja Warga Kebagusan Ditangkap Kedapatan Bawa Tembakau Sintetis Sisa Tahun Baru

“Jadi saya minta pertolongan ke Polsek Cinangka itu untuk mendampingi saya padahal mobil tersebut hanya berjarak 200 meter. Tapi dengan berat hati enggan menemani saya untuk mendampingi,” katanya.

Seperti diketahui, Kapolsek Cinangka AKP Asep Iwan Kurniawan sebelumnya membantah pihaknya menolak memberikan bantuan kepada bos rental mobil yang jadi korban penembakan di Rest Area KM 45 Tol Jakarta-Merak.

Asep menjelaskan pihaknya hanya meminta bukti dokumen kepemilikan mobil kepada rombongan pemilik rental mobil tersebut, tapi mereka tak bisa memberikannya.

“Tidak pernah ada penolakan, yang ada itu menanyakan dokumen kepemilikan mobil. Karena mereka bilang itu dari leasing. Kita tidak mau gegabah dong. Kalau leasing itu harus ada putusan pengadilan, kemudian ada surat kepolisian dan sebagainya. Minimal ada dokumen kepemilikan saja, tapi (mereka) tidak bisa menunjukkan dokumen kepemilikan,” ujar Asep.

Polisi kini telah menangkap empat pelaku penembakan terhadap IAR. Salah satu di antara mereka adalah AS, pria yang menjadi penyewa pertama dan diduga bagian dari komplotan penggelapan mobil sewaan.
AS ditangkap Polres Pandeglang dan diserahkan langsung ke Polresta Tangerang.
Selain itu, Puspomal telah mengamankan satu oknum prajurit TNI AL diduga terkait dengan kasus penembakan bos rental tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *