Progres Pembangunan Trase Batutulis Capai 45 Persen, Ditargetkan Rampung Awal November

walikota bogor 2
Progres Pembangunan Trase Batutulis Capai 45 Persen, Ditargetkan Rampung Awal November.

Satusuaraexpress.co | Bogor — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus melakukan pemantauan dan pemantauan berkala terhadap proses pembangunan Trase Batutulis, yang kini telah berjalan kurang lebih empat bulan dengan capaian progres yang melampaui target.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, didampingi perwakilan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta para kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkot Bogor, melihat langsung pengerjaan pembuatan saluran pembuangan air dan proses betonisasi jalan yang sedang berlangsung.

“Alhamdulillah ada deviasi positif dan progresnya bagus. Saya mengapresiasi ada deviasi kurang lebih 6 persen dari target 39 persen jadi sekarang hampir mencapai 45 persen. Sesuai dengan target kita setidaknya pada awal November 2026, sudah bisa dibuka,” ujar Dedie, Selasa (1/9/2026).

Kondisi cuaca yang mendukung selama masa pengerjaan dinilai menjadi momentum yang tepat untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Trase Batutulis agar dapat segera rampung dan dimanfaatkan warga.

Baca jugaKomisi VII DPR RI Kunjungi Pemkot Bogor, Sorot Akses Pembiayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Meski progres berjalan baik, Dedie menyebut sejumlah hal masih menjadi perhatian dalam proses pembangunan. Di antaranya kondisi tanah lempung yang membutuhkan penanganan khusus, serta penyesuaian antara jalan baru dengan lebar kurang lebih 8 meter dan jalan lama eksisting yang memiliki lebar sekitar 6 meter selisih sekitar dua meter.

“Jalan lama perlu disesuaikan guna menghindari terjadinya penyempitan jalan di masa mendatang, ” kata Dedie.

Selain itu, pembangunan trotoar dan penyempurnaan sistem drainase juga menjadi fokus perhatian, termasuk modifikasi geometri jalan ke depan. Terkait kendala, Wali Kota menyebut tidak terdapat hambatan besar.

“Jadi kendala yang ada sifatnya minor bukan masalah yang terlalu berat,” pungkasnya, seraya menambahkan penyesuaian terutama terkait radius jalan masuk dan keluar masih dilakukan.

Baca jugaPembangunan Akses Jalan Kantor Pemerintahan Terpadu Kota Bogor Resmi Dimulai

Leuweung Batutulis: Diselaraskan Kembali dengan Konsep Hutan Kota

Tak hanya Trase Batutulis, Dedie juga meninjau progres pembangunan Leuweung Batutulis pada kesempatan yang sama. Dalam peninjauan tersebut, ia menilai pembangunan yang dilaksanakan belum sepenuhnya mencerminkan konsep hutan kota yang direncanakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Karena itu, perlu dilakukan penyesuaian dan penyelarasan agar sesuai dengan persepsi awal pembangunan.

“Persepsi awal akan dibangun hutan kota yang namanya Leuweung Batutulis, itu yang harus jadi dasar pelaksanaan pembangunan di sini. Tadi saya melihat kurang tercermin sebagaimana yang disebut Pak Gubernur. Saya menyarankan sebaiknya fasilitas untuk publiknya dikurangi dan area penghijauannya diperbanyak,” tegas Dedie.

Penghijauan yang dimaksud berupa penambahan pohon dan tanaman yang memiliki nilai estetika. Dedie mengungkapkan tidak ingin ada penambahan beban terhadap lahan apabila nantinya area tersebut terlalu banyak digunakan sebagai ruang aktivitas masyarakat. Hal itu mengingat kawasan tersebut pernah mengalami longsor dan terdapat underpass yang menjadi jalur aktivitas warga.

“Dengan peralihan status dari jalan menjadi area hutan kota, perlu dipikirkan juga lahan parkir para pengunjung yang nantinya akan memadati area agar tidak mengganggu dan memenuhi jalanan,” tambahnya.

Pemkot Bogor berkomitmen memastikan pembangunan kedua kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai prasarana yang memadai, tetapi juga selaras dengan konsep pelestarian lingkungan dan kenyamanan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *