Satusuaraexpress.co | Bogor — Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara resmi telah memulai proyek perbaikan Dinding Penahan Tanah (DPT) yang ambruk di ruas Jalan Kebon Pedes, tepatnya pada titik KM JKT 54+850, wilayah Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Langkah ini menjadi babak baru dalam upaya memulihkan fungsi jalan sekaligus mengembalikan keamanan bagi pengguna lintasan yang menjadi jalur penting tersebut.
Sebelum penanganan skala besar dimulai, saat peristiwa longsor terjadi, penanganan darurat segera dilaksanakan. Pemerintah Kota Bogor melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama jajaran dinas terkait turun langsung ke lokasi untuk mengamankan area, membersihkan material longsoran, dan mencegah meluasnya kerusakan yang dapat membahayakan warga dan pengguna jalan.
Proyek infrastruktur ini akhirnya dapat dikerjakan setelah Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat menerbitkan Surat Perintah Kerja kepada kontraktor yang ditunjuk. Penandaan dimulainya pekerjaan secara resmi dilakukan melalui proses serah terima lokasi yang berlangsung pada Rabu, 17 Juni 2026.
Upaya ini merupakan bentuk respons cepat dari pemerintah provinsi setelah usulan yang disampaikan oleh Pemerintah Kota Bogor ditetapkan sebagai salah satu prioritas utama dalam penanganan dampak bencana.
Baca juga : BPS Kota Bogor Mulai Sensus Ekonomi 2026, Pendataan Perdana Dilakukan ke Wali Kota
Perjalanan persiapan proyek ini berjalan melalui serangkaian tahapan yang terstruktur. Dimulai dari usulan yang diajukan pemerintah kota, kemudian pada bulan April 2026 dilakukan peninjauan dan survei mendalam di lapangan yang melibatkan tim dari kedua jenjang pemerintahan. Hasil survei tersebut kemudian dijadikan dasar untuk menyusun perencanaan teknis yang matang.
Selanjutnya, pada bulan Mei dilaksanakan proses pengadaan jasa konstruksi guna mendapatkan pelaksana pekerjaan yang kompeten, hingga akhirnya pada bulan Juni lokasi diserahkan sepenuhnya untuk segera dikerjakan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan bahwa meskipun berada di wilayah administrasi kota, ruas Jalan Kebon Pedes merupakan jalan yang pengelolaannya menjadi tanggung jawab penuh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia menargetkan seluruh rangkaian perbaikan dapat diselesaikan dalam kurun waktu 150 hari kalender ke depan.
Baca juga : Rekrut 848 Anak, Upaya Pemkot Bogor Tekan Angka Putus Sekolah Lewat Pendidikan Nonformal
“Setelah proses serah terima ini selesai, pekerjaan dapat langsung dimulai. Alhamdulillah, segala hal memang memerlukan proses yang teratur, terlebih karena nilai anggaran yang disiapkan cukup besar, mencapai sekitar Rp5,4 miliar, sehingga perencanaan harus benar-benar terukur,” ujar Dedie, Kamis (18/6/2026).
Dari sisi teknis, perbaikan dirancang dengan pendekatan yang komprehensif untuk memastikan struktur tanah memiliki ketahanan jangka panjang. Metode yang diterapkan merupakan gabungan dari berbagai teknik konstruksi, meliputi pembangunan dinding penahan dari beton bertulang yang kokoh, pemasangan bronjong sebagai penahan alami, penggunaan lapisan batu granular untuk menstabilkan tanah, serta pembuatan sistem saluran air yang terencana dan memadai agar aliran air dapat mengalir lancar tanpa merusak struktur.
Peristiwa longsor ini sendiri disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor, salah satu yang paling disorot adalah perilaku membuang sampah sembarangan. Banyaknya limbah yang dibuang ke aliran sungai menyebabkan penumpukan yang lambat laun menyumbat jalur air. Akibatnya, air tidak dapat mengalir dengan bebas dan menimbulkan tekanan yang semakin besar pada dinding penahan tanah, hingga akhirnya struktur tersebut tidak mampu menahan beban dan runtuh.
Baca juga : Pemkot Bogor Genjot Normalisasi Drainase Atasi Banjir Pascahujan Deras
“Kebiasaan membuang sampah di tempat yang bukan semestinya inilah yang menjadi pemicu utama. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan harus segera ditumbuhkan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.
Sementara itu, Ade Subhan selaku Pejabat Pembuat Komitmen dari Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat menjelaskan kondisi lokasi yang membutuhkan penanganan khusus. Area yang mengalami keruntuhan memiliki karakteristik tebing setinggi sekitar 8 meter dengan bentangan memanjang antara 12 hingga 15 meter.
Mengingat Jalan Kebon Pedes merupakan jalur yang dilalui banyak kendaraan setiap harinya, pengaturan lalu lintas akan disesuaikan secara fleksibel. Pihak pelaksana akan terus berkoordinasi erat dengan Dinas Perhubungan Kota Bogor dan kepolisian setempat. Rekayasa arus kendaraan hanya akan diterapkan sesuai kebutuhan teknis pekerjaan.
“Sifatnya bersyarat dan menyesuaikan situasi. Apabila pada tahap tertentu pekerjaan memerlukan penutupan sebagian jalur, kami akan mengatur sedemikian rupa dan menginformasikannya. Penutupan tidak dilakukan setiap hari, melainkan hanya pada waktu-waktu tertentu yang diperlukan demi keamanan bersama,” pungkas Ade Subhan.













