Satusuaraexpress.co | Jakarta — Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, secara langsung meninjau perkembangan pembangunan jembatan penghubung yang akan menghubungkan dua wilayah penting, yakni Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, dan Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah. Peninjauan dilakukan tepat di lokasi pekerjaan yang berada di lingkungan RW 12, Kelurahan Pasir Jaya.
Pembangunan jembatan dengan panjang bentang mencapai 48 meter ini telah dimulai sejak beberapa pekan terakhir. Saat ini, proses pengerjaan sudah memasuki tahap pengecoran pondasi dengan progres yang tercatat telah melampaui angka 4 persen. Proyek ini ditargetkan rampung dalam kurun waktu 26 minggu ke depan.
“Ikhtiar panjang Pemerintah Kota Bogor hari ini sudah mulai terwujud. Pembangunan berjalan dengan progres yang positif sesuai rencana,” ujar Jenal, Kamis (2/7/2026).
Jembatan ini nantinya akan menghubungkan wilayah RW 12 Kelurahan Pasir Jaya dengan Kampung Lebak Sari di RW 03 Kelurahan Paledang. Keberadaannya dinilai memiliki peran sangat vital untuk mempermudah mobilitas warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses. Guna memastikan hasil yang maksimal, pemerintah menekankan pengawasan ketat terhadap seluruh tahapan pekerjaan, mulai dari kualitas material hingga keterlibatan tenaga kerja lokal.
Baca juga : Penataan Alun-alun Empang Kota Bogor Resmi Dimulai, Kembalikan Fungsi Ruang Bersejarah
“Sebanyak kurang lebih 40 warga sekitar direkrut secara bergantian sesuai kebutuhan pekerjaan. Jika kebutuhan tenaga bertambah, kami akan melibatkan lebih banyak lagi. Kami juga meminta kontraktor untuk memanfaatkan kantin dan warung makan di sekitar lokasi, agar masyarakat turut merasakan dampak ekonomi langsung dari proyek ini,” jelasnya.
Menanggapi pertanyaan warga terkait keamanan, pembatasan akses, dan jam operasional jembatan, Jenal menyatakan bahwa hal tersebut akan dibahas lebih lanjut melalui musyawarah bersama. Meski belum ditetapkan apakah nantinya bisa dilalui kendaraan atau hanya pejalan kaki, ia menjamin akses akan selalu terbuka penuh untuk keperluan darurat.
“Nanti kita diskusikan bersama masyarakat mengenai aturan penggunaannya. Namun yang pasti, untuk kondisi mendesak seperti warga yang sakit atau ada kejadian kematian, akses akan dibuka selama 24 jam tanpa hambatan,” tegasnya.
Baca juga : Sekda Kota Bogor Buka Kick Off Persiapan Evaluasi Pemerintahan Digital 2026
Secara keseluruhan, pembangunan jembatan ini menelan anggaran sekitar Rp2,7 miliar yang telah melalui proses lelang resmi. Pelaksana teknisnya adalah Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor.
Jenal mengingatkan pentingnya keterbukaan informasi agar proyek ini berjalan lancar tanpa menimbulkan perselisihan, mengingat rencana pembangunan ini memiliki sejarah panjang dan sempat mendapatkan tanggapan beragam dari warga.
“Pembangunan ini memang memiliki dinamika tersendiri. Namun kami terus melakukan sosialisasi, didorong pula oleh fakta bahwa keterbatasan akses ini pernah menimbulkan risiko bagi keselamatan warga. Ini adalah tanggung jawab pemerintah; tidak ada alasan untuk tidak memberikan solusi terbaik,” ucapnya.
Jenal menambahkan, jembatan ini menjadi salah satu wujud nyata upaya Pemkot Bogor meningkatkan aksesibilitas antarwilayah. Ke depannya, pembangunan sarana penghubung serupa akan terus dipertimbangkan di titik-titik lain yang dinilai membutuhkan, sesuai kebutuhan dan aspirasi masyarakat.













