Penataan Alun-alun Empang Kota Bogor Resmi Dimulai, Kembalikan Fungsi Ruang Bersejarah

Bogor1
Penataan Alun-alun Empang Kota Bogor Resmi Dimulai, Kembalikan Fungsi Ruang Bersejarah.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Sebuah babak baru bagi wajah kawasan bersejarah di selatan Kota Bogor dimulai hari ini. Penataan Alun-alun Empang, Kecamatan Bogor Selatan, secara resmi telah memasuki tahap pelaksanaan.

Langkah penting ini disaksikan langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang turun ke lokasi untuk meninjau persiapan dan awal mula proses pembangunan tersebut.

Harapan yang telah lama menggantung akhirnya menemukan jawabannya. Rencana penataan yang dirumuskan sejak bertahun-tahun silam baru dapat diwujudkan setelah Kementerian Agama menetapkan nazhir wakaf resmi untuk Masjid Agung At Thohiriyah Empang. Penetapan ini menjadi kunci yang membuka jalan bagi seluruh proses pengembangan kawasan.

“Alhamdulillah, akhirnya kita bisa memulai sebuah langkah penataan bersama,” ujar Dedie, Senin (29/6/2026).

Baca jugaPemkot Bogor Resmi Bongkar JPO Paledang, Ganti dengan Fasilitas Lebih Ramah Pejalan Kaki

Kawasan seluas sekitar 3.000 meter persegi ini menyimpan jejak panjang perjalanan sejarah Kota Bogor. Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, tempat ini dikenal dengan nama wilayah Sukahati dan pernah menjadi pusat aktivitas pemerintahan, bahkan menjadi tempat berkantornya Bupati Bogor kala itu.

“Di sinilah tempat dimulainya pemerintahan di Kota Bogor pada masa kolonial. Sekarang kesempatan emas ini ada di hadapan kita untuk merawat sekaligus memperindahnya,” tegas Wali Kota.

Semangat ini didukung oleh kesamaan visi antara pemerintah, nazhir wakaf, ahli waris, serta warga sekitar yang telah memberikan persetujuan penuh. Penataan ini tidak hanya bertujuan mengembalikan fungsi utamanya sebagai alun-alun yang lapang dan bermartabat, tetapi juga menyesuaikannya dengan kebutuhan zaman yang terus berkembang.

“Nantinya, Alun-alun Empang akan menjelma menjadi ruang publik yang lengkap dan nyaman. Di tengah keasrian lingkungannya, akan disediakan area parkir yang tertata rapi serta sentra kuliner dan tempat usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah,” terangnya.

Baca jugaPemprov Jabar Mulai Perbaiki Dinding Penahan Tanah Longsor di Jalan Kebon Pedes Bogor

Bahkan keberadaan para pedagang legendaris yang telah menjadi bagian dari kehidupan kawasan ini, termasuk pedagang daging kambing yang sudah lama melayani warga, tetap akan diakomodasi dalam tata ruang baru tersebut.

Berada berdampingan dengan kemegahan Masjid Agung At Thohiriyah yang telah berdiri kokoh sejak tahun 1816, kawasan ini dirancang untuk tetap memancarkan identitas aslinya. Mengusung konsep ruang terbuka hijau yang dipadukan dengan kekhasan budaya dan karakter lokal, penataan ini diharapkan mampu melestarikan nilai sejarah sekaligus melahirkan wajah baru yang asri, bersih, dan representatif.

Proses pekerjaan pun telah mulai digerakkan. Terlihat alat berat sudah bersiap di lokasi untuk melaksanakan serangkaian tahapan mulai dari pengerukan, perataan tanah, hingga pengerasan lahan.

Baca jugaDi Tengah Arus Digitalisasi, Sekolah Islam di Bogor Lestarikan Budaya Nusantara Lewat Gelar Karya

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, menjelaskan bahwa kemajuan ini berkat diserahkannya kewenangan pengelolaan dari nazhir wakaf kepada Pemerintah Kota Bogor.

“Selama ini terkendala status lahan, kini pintu itu terbuka. Kami akan bekerja secara terpadu,” ucapnya.

Kerja sama antardinas pun telah disiapkan matang. Dinas Koperasi dan UKM akan mendata para pedagang, sedangkan Dinas Perhubungan merencanakan tata kelola lalu lintas dan parkir. Keseluruhan desain disusun secara komprehensif, menjaga kelestarian lingkungan sejarah sekaligus menghadirkan fasilitas modern yang bermanfaat bagi semua kalangan.

Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan sinergi semua pihak, Alun-alun Empang kelak tak hanya akan menjadi ruang berkumpul, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan Kota Bogor: warisan masa lalu yang tetap hidup dan bermanfaat bagi masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *