Satusuaraexpress.co | Jakarta — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur bekerjasama dengan Baznas Bazis Kota Jakarta Timur, menyelenggarakan Program Pemutihan Ijazah. Ratusan warga berkesempatan menerima manfaat dari program tersebut.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, mengatakan program ini khusus disiapkan bagi masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh ijazah pendidikan akibat keterbatasan ekonomi. Masalah administratif yang belum terselesaikan menjadi penghalang utama bagi mereka untuk memegang dokumen penting tersebut, yang pada akhirnya menghambat langkah mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja demi memperbaiki taraf hidup.
“Alhamdulillah, sekitar 297 warga penerima manfaat telah menerima Ijazahnya. Program ini memang telah dinantikan dengan penuh harap, ” kata Munjirin, Rabu (6/5/2026).
Munjirin menyampaikan pesan yang mendalam tentang arti penting pendidikan. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk membangun masa depan yang lebih baik bukan hanya sebagai sarana untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai jalan membuka peluang baru, meningkatkan kesejahteraan, dan memutus mata rantai kemiskinan yang melilit sebagian masyarakat.
Baca juga : Pemkot Jakarta Timur Perkuat Pendidikan Lewat Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun
Momen pelaksanaan kegiatan ini pun terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026. Perayaan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah hak yang dimiliki oleh setiap warga negara, tanpa pengecualian. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak orang yang aksesnya terhambat, salah satunya karena tidak dapat mengambil ijazah akibat kendala biaya atau administrasi.
“Ijazah bukan sekadar lembaran dokumen resmi, melainkan simbol harapan dan peluang di masa depan. Ketika ijazah seseorang tertahan dan tidak dapat diambil, maka yang ikut tertahan juga adalah kesempatannya untuk melanjutkan sekolah, mendapatkan pekerjaan yang layak, serta meningkatkan kualitas hidup dirinya dan keluarganya,” ujar Munjirin.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program pemutihan ijazah yang diinisiasi oleh Pemerintah DKI Jakarta bersama Baznas Bazis ini merupakan bentuk nyata keberpihakan kepada masyarakat yang kurang mampu.
Baca juga : Pemkot Jakarta Timur Perketat Pengelolaan Sampah Lewat SOP dan Instruksi Khusus
“Program ini tidak hanya menyelesaikan masalah administratif semata, melainkan juga menjadi langkah strategis untuk membuka kembali akses pendidikan dan memperbaiki prospek masa depan bagi para penerima manfaat, ” tuturnya.
Salah satu warga yang merasakan manfaat langsung dari program ini adalah Debby Kartika, warga Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, yang juga merupakan lulusan SMK Budi Murni 3. Wajahnya yang berseri-seri dan senyum yang tak lepas dari bibirnya menggambarkan rasa syukur dan kebahagiaan yang mendalam saat akhirnya ia dapat memegang ijazah yang selama ini belum bisa diambilnya.
“Ijazah ini sangat berarti bagi saya dan sangat saya butuhkan untuk melamar pekerjaan nantinya. Terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur, Bapak Walikota, dan Baznas Bazis atas bantuan yang luar biasa ini. Semoga kebaikan ini senantiasa diberkahi dan bermanfaat bagi banyak orang,” ungkap Debby.
Melalui kegiatan yang penuh makna ini, diharapkan semakin banyak warga Jakarta Timur yang terbantu dalam memperoleh hak pendidikannya. Langkah kecil namun bermakna ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi perbaikan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi semua.













