Satusuaraexpress.co | Jakarta — Memastikan ketersediaan pangan yang aman, sehat, dan terjangkau bagi masyarakat menjadi fokus utama Pemerintah Kota Jakarta Timur. Untuk itu sekitar 30 personel gabungan melaksanakan operasi pengawasan keamanan pangan terpadu di enam pasar tradisional. Kegiatan ini tidak hanya memantau ketersediaan stok dan kestabilan harga, tetapi juga melakukan uji laboratorium secara langsung di lapangan.
Operasi yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto, ini menyasar lokasi-lokasi strategis. Personel gabungan disebar ke Pasar Palmeriam, Pasar Kampung Ambon/Ampera, Pasar Pramuka, Pasar Rawamangun, Pasar Jatinegara, dan Pasar Cawang Kapling. Khusus di Pasar Palmeriam, lokasi tersebut dijadikan pusat kegiatan atau on the spot (OTS) pemeriksaan laboratorium dengan mendatangkan unit laboratorium keliling (mobile lab).
Kusmanto menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan menjamin kualitas pangan yang beredar. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai komoditas, mulai dari hasil pertanian, peternakan, hingga perikanan.
Baca juga : Pemkot Jakarta Timur Perketat Pengelolaan Sampah Lewat SOP dan Instruksi Khusus
“Kita periksa komoditas jenis sayur-mayur, buah-buahan, daging sapi, ikan, daging ayam dan sebagainya. Ini kita lakukan untuk mengecek kondisi harga, stok, maupun kandungan di dalamnya,” ujar Kusmanto.
Selain aspek keamanan pangan, Kusmanto juga menyoroti kondisi pasar. Ia menilai Pasar Palmeriam yang berada di tengah pemukiman warga ini cukup ramai dan selalu menjaga kebersihannya. Ia pun mengimbau para pedagang untuk terus bekerja sama menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung program pilah sampah dari sumbernya, demi kenyamanan bersama para konsumen.
Secara teknis, tim gabungan mengambil total 90 sampel produk pangan dari keenam pasar tersebut, dengan rincian 15 sampel untuk setiap pasar. Jenis komoditas yang diuji meliputi daging ayam, daging sapi, sayuran, buah-buahan, hingga beras. Pemeriksaan difokuskan pada deteksi residu pestisida, formalin, klorin, dan boraks (eber).
Kasubag TU Sudin Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur Thomas Rudiyanto, memaparkan hasil temuan di lapangan. Dari sejumlah sampel yang diambil, ditemukan satu komoditas jenis nangka sayur yang positif mengandung formalin di Pasar Cawang Kavling.
Baca juga : Penertiban Lapangan Padel di Jakarta Timur: 27 dari 57 Belum Berizin, Akan Disegel
“Barang tersebut langsung kita musnahkan agar tidak dikonsumsi masyarakat. Untuk selanjutnya, pedagang terkait akan diberikan pembinaan,” jelas Thomas.
Barang yang terbukti mengandung zat kimia berbahaya tersebut langsung disita dan ditarik dari peredaran guna mencegah dampak buruk bagi kesehatan masyarakat.
Kegiatan pengawasan ini melibatkan sinergi yang kuat dari berbagai unsur instansi. Selain personel dari Sudin KPKP Jakarta Timur dan Dinas KPKP, tim juga melibatkan Korwas PPNS Polda Metro Jaya, Bagian Perekonomian Walikota, hingga jajaran kecamatan dan kelurahan setempat.
Keterlibatan juga datang dari perwakilan Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) terkait seperti Sudin PPUPKM, Satpol PP, dan Dinas Lingkungan Hidup. Kolaborasi ini memastikan pengawasan berjalan komprehensif, tidak hanya dari sisi kesehatan pangan, tetapi juga ketertiban dan kebersihan pasar.













