Satusuaraexpress.co | Tangerang — Hujan deras yang mengguyur wilayah sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, pada Senin (6/4/2026) menyebabkan kerusakan tak terduga. Plafon di area Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3 kedapatan jebol dan mengeluarkan air secara tiba-tiba, membuat suasana yang tadinya tenang berubah menjadi panik.
Peristiwa ini terekam dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @jakarta.terkeni. Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas bagian atap yang ambruk dan air langsung membanjir turun ke area tunggu penumpang. Suasana menjadi gaduh saat air mulai jatuh tepat di tengah area yang dihuni oleh para calon penumpang.
Menurut narasumber dalam video tersebut, insiden itu terjadi tepat saat ia sedang bersiap untuk melakukan perjalanan. “Kebetulan mau boarding ke Singapore pas nunggu di Gate 7,” ujarnya.
Saat kejadian berlangsung, kondisi di dalam ruangan cukup ramai. Banyak penumpang yang duduk santai menunggu giliran dipanggil untuk naik ke pesawat. Namun, situasi berubah seketika ketika air mulai menetes dan akhirnya memancur deras dari langit-langit.
Baca juga : Konflik Timur Tengah, Penerbangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta Kondusif
Merasakan bahaya, para penumpang yang berada tepat di bawah titik kebocoran langsung bereaksi cepat. Mereka berlarian menyelamatkan diri agar tidak terkena semburan air maupun reruntuhan material plafon.
“Lumayan banyak kak, alhamdulillah masih sempet pada lari,” tambahnya, mengisahkan momen ketegangan tersebut.
Bandara: Insiden Berlangsung Singkat, Sudah Diatasi
Sementara itu, pihak pengelola bandara juga memberikan klarifikasi terkait kejadian ini. Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, memastikan bahwa insiden tersebut hanya berlangsung dalam waktu yang sangat singkat.
“Kondisi gangguan di satu titik atap tersebut berlangsung kurang lebih selama 5 menit,” ujar Yudistiawan saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan bahwa begitu mengetahui adanya kebocoran, petugas operasional langsung bergerak cepat melakukan penanganan. Langkah evakuasi dan perbaikan darurat segera dilakukan untuk meminimalisir dampak yang lebih luas.
“Petugas operasional bandara langsung melakukan penanganan, termasuk pembersihan dan pembatasan area terdampak, sehingga kondisi dapat segera dikendalikan,” tutupnya.
Hingga saat ini, aktivitas penerbangan di gate tersebut dikabarkan sudah kembali normal setelah area dibersihkan dan dinyatakan aman.













