Dokumen Naturalisasi Abal-Abal, FIFA dan AFC Sanksi Berat Timnas Malaysia

timnas malaysia akan membuktikan 20250624052448
Timnas Malaysia.

Satusuaraexpress.co | Jakarta – FIFA dan federasi sepak bola Asia (AFC) dikabarkan memberikan sanksi berat kepada federasi sepak bola Malaysia (FAM). Sanksi itu diberikan lantaran proses naturalisasi pemain yang dinilai tidak melalui aturan yang berlaku, alias dengan dokumen abal-abal.

Ya, seperti diketahui FAM memang sedang melakukan program naturalisasi. Seakan tidak mau tertinggal dengan negara Indonesia, FAM juga menaturalisasi pemain yang berkiprah di Eropa. Sayangnya, program yang dijalankan FAM menuai polemik.

Salah satunya media Vietnam New Straits Times melaporkan bahwa muncul banyak desakan publik agar FIFA melakukan langkah investigasi. FAM diduga melakukan skandal dalam proses naturalisasi pemain, salah satunya kepada Facundo Garces.

Baca juga : Menantu Jokowi Akan Dipanggil KPK Terkait Kasus Korupsi Pembangunan Jalan

Bek tengah berusia 25 tahun ini diturunkan saat Malaysia mengalahkan Vietnam dalam lanjutan kualifikasi Piala Asia 2027. Garces yang kini memperkuat Deportivo Alaves di kompetisi La Liga Spanyol, diduga tidak memenuhi syarat dinaturalisasi.

Naturalisasinya memunculkan kontroversi, karena Garces belum jelasnya keterkaitannya dengan Malaysia secara garis keturunan. Jika terbukti bersalah, Timnas Malaysia bakal didiskualifikasi dari semua kompetisi FIFA & AFC hingga 2027, termasuk Kualifikasi Piala Dunia 2026, Piala Asia 2027.

Lalu ada even regional seperti Piala AFF. Pembatalan semua hasil pertandingan yang melibatkan pemain naturalisasi ilegal. Kabar itu salah satunya diunggah channel Youtube Garuda Specs dalam video yang dilansir Suara.com, Senin (30/6/2025).

Baca juga : Wakil Ketua DPR RI Pastikan Usulan Pemakzulan Wakil Presiden Akan Dibahas Dalam Rapim dan Bamus

“Investigasi mendalam membuktikan Malaysia melakukan pelanggaran berat dalam proses naturalisasi sejumlah pemain,” bunyi narasi dalam video itu.

Investigasi menemukan indikasi pemalsuan dokumen, klaim keturunan fiktif, hingga manipulasi data keluarga. Salah satu contoh mencolok adalah kasus Daren J Rizal, pemain yang disebut memiliki nenek asal Johor.

Namun, identitas sang nenek ternyata hasil rekayasa oleh biro jasa yang terafiliasi dengan agen pemain internasional. Sejumlah media nasional pun turut memberitakan kabar sanksi berat yang diterima sepak bola Malaysia tersebut.

Baca juga : Tak Direspon Pemerintah, ratusan Ribu pengemudi Ojek Online Akan Kepung Istana Presiden

Hanya saja, hingga kini belum ada pernyataan resmi, baik dari FIFA, AFC maupun FAM terkait dengan isu sanksi tersebut.

Naturalisasi Timnas Indonesia

Di sisi lain, sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia terus meroket di kompetisi sepak bola Eropa.

Keputusan untuk mau membela Timnas Indonesia melalui jalur naturalisasi nyatanya memberi dampak positif buat sejumlah pemain keturunan.

Salah satu yang paling terasa adalah naiknya harga pasar mereka dari sebelum dinaturalisasi menjadi WNI.

Per data terbaru Juni 2025 melalui Transfermarkt, setidaknya ada tiga pemain keturunan Indonesia yang nilai pasarnya naik.

Pertama adalah Jay Idzes. Kapten Timnas Indonesia ini menjadi pemain keturunan yang mengalami kenaikan harga pasar paling signifikan sejak dinaturalisasi.

Baca juga : Otoritas Mesir Sita Paspor Puluhan Peserta Global March ke Gaza

Lalu ada Kevin Diks. Pemain yang baru pindah ke Borussia Monchengladbach ini juga mengalami kenaikan harga pasar usai resmi dinaturalisasi pada November 2024.

Harga pasar Kevin Diks saat dinaturalisasi itu masih berkisar di angka 4 juta euro atau Rp 75,6 miliar. Sedangkan per Juni ini menjadi 5 juta euro atau sekitar Rp 94,51 miliar.

Di musim 2024/25 sendiri, Kevin Diks memang tampil impresif bersama FC Copenhagen. Ia berhasil mempersembahkan gelar Liga Denmark dan Piala Denmark.

Total musim lalu pemain berusia 28 tahun tersebut mencatatkan 44 penampilan dengan torehan 11 gol dan 4 assist di semua ajang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *