Buntut Video Narapidana Dugem serta Diduga Pesta Narkoba, Karutan Pekanbaru Dicopot

napi di rutan pekanbaru diduga dugem dan pesta miras istimewa0 1744726799439 169
Napi di rutan Pekanbaru terlihat sedang asyik dugem.

Satusuaraexpress.co | Riau – Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas | Pekanbaru, Riau, Bastian Manalu dicopot dari jabatannya buntut video yang menunjukkan 14 narapidana dugem dan diduga berpesta narkoba dalam sel tahanan viral.

Selain Karutan, Kepala Pengamanan Rutan Pekanbaru Arie Jalfri juga dicopot. Keduanya dan 14 narapidana tersebut kini sedang menjalani pemeriksaan.

Dalam video, terlihat sejumlah napi sedang berjoget mengikuti alunan musik, sementara lainnya duduk sambil menggoyangkan kepala, bahkan ada yang menggunakan HP. Di dekat mereka terdapat botol-botol minuman kemasan berserakan serta sebuah botol bekas dengan sedotan putih yang diduga digunakan sebagai alat isap sabu atau bong.

Baca juga : Lagi, Seorang Dokter Konten Diduga Melakukan Pelecehan Seksual Terhadap Pasien

Atas kasus tersebut, Kantor Wilayah Ditjenpas Riau pun melakukan razia serentak di seluruh rutan dan lapas Riau. Kasus kini dalam penyelidikan lebih lanjut.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, Maizar menyebutkan para narapidana yang terekam dalam video tersebut juga telah dipindahkan ke Lembaga Permasyarakatan Kelas II Pekanbaru untuk mempermudah proses pemeriksaan.

“Langkah ini kami ambil agar pemeriksaan berjalan lebih maksimal. Sementara kami juga masih menyelidiki dari mana mereka mendapatkan barang-barang tersebut, apakah dari kunjungan atau keterlibatan oknum petugas,” kata Maizar.

Baca juga : Dokter Kandungan Lecehkan Pasien di Garut Ditangkap, Kemenkes Tangguhkan STR

Ia menegaskan, jika nantinya ditemukan keterlibatan petugas, sanksi tegas akan diberikan. Petugas bisa saja dipecat sementara narapidana yang terlibat akan diisolasi dan tidak diberikan remisi.

Terkait keberadaan alat hisap sabu atau bong yang terlihat dalam video, Maizar mengaku belum dapat memastikan apakah barang tersebut sudah diamankan, karena penyelidikan masih berlangsung hingga saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *