Lagi, Seorang Dokter Kandungan Diduga Melakukan Pelecehan Seksual Terhadap Pasien

1c628b89faf0b1de67fc768b32bd7534
Potongan gambar video dimana dokter diduga melecehkan pasien di Garut, Jawa Barat.

Satusuaraexpress.co | Jawa Barat – Setelah kasus dokter bius dan perkosa pendamping pasien di Bandung, kini seorang dokter kandungan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap pasiennya saat USG.

Informasi ini diketahui dari unggahan akun Instagram milik Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni pada Selasa (15/4/2025).

Sahroni membagikan rekaman CCTV yang menampilkan dokter kandungan tengah memeriksa seorang ibu hamil menggunakan alat USG.

Baca juga : Polri Genjot Profesionalisme Lewat Promosi 49 Perwira, Irjen Rudi Setiawan Pimpin Polda Jabar

Namun, dalam video 53 detik itu, tampak tangan kiri dokter tersebut masuk ke area dada pasien. Rekaman yang viral tersebut memicu kemarahan publik, terlebih karena disebutkan sudah ada lebih dari satu korban yang mengenali dokter dalam video.

Sosok Syafril Firdaus

Sosok yang diduga terlibat dalam insiden ini adalah Muhammad Syafril Firdaus, seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang sebelumnya dikenal cukup aktif di media sosial.

Syafril Firdaus dikenal sebagai dokter spesialis kandungan yang menempuh pendidikan di Universitas Padjadjaran (Unpad).

Ia sempat aktif berbagi informasi kesehatan reproduksi lewat akun Instagram dan X (sebelumnya Twitter) dengan nama pengguna @irilsyafril.

Baca juga : KemenP2MI Gagalkan Pengiriman 6 CPMI Ilegal ke Malaysia dan Jepang, 1 Calo Ditangkap

Dalam sejumlah situs kesehatan daring seperti Medicastore, ia tercatat sebagai tenaga medis yang praktik di salah satu klinik di wilayah Garut. Namun, sejak kasus dugaan pelecehan seksual ini mencuat, jejak digitalnya perlahan menghilang.

Akun Instagram-nya sudah tidak bisa diakses, dan akun X-nya kini diubah ke mode privat. Langkah ini memicu spekulasi dari warganet, mengingat sebelumnya ia cukup terbuka dan aktif memberikan edukasi kesehatan di ranah publik.

Baca juga : Mantan Artis Drama Kolosal Terlibat Kasus Peredaran Upal

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani, membenarkan bahwa ada dugaan pelecehan seksual terhadap pasien oleh seorang dokter, dan kasus tersebut terjadi di tahun 2024 lalu. Namun, ia memastikan bahwa peristiwa tersebut tidak terjadi di fasilitas kesehatan milik pemerintah.

“Saya harus periksa lagi pastinya kapan, tapi kalau tidak salah ini di tahun 2024. Kejadiannya bukan di RS milik pemerintah,” ungkap dr. Leli singkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *