Satusuaraexpress.co | Lampung – Pernyataan Kodam II Sriwijaya terkait bagi-bagi uang hasil Sabung Ayam antara Polsek dan Koramil tuai kontroversi. Netizen menilai, pernyataan Kapendam seakan ingin menyelamatkan institusinya.
Seperti diketahui, tiga anggota polisi tewas saat penggerebekan judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung. Dimana, pelaku penembakan adalah dua anggota TNI aktif. Namun, bukannya mengakui perbuatan prajuritnya yang telah menembak anggota Polri, Kapendam justru seakan mengalihkan kasus ke bagi-bagi hasil.
“Sudah satu tahun bagi-bagi duit judi sabung ayam. Ada duit dikasih, Polsek- Koramil, lu makan duit. (Kalau) pembagian saya tidak tahu, ada yang menerima duit, dan ini beroperasi satu tahun,” kata Kapendam II Sriwijaya Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar kepada awak media.
Baca juga : Kapendam II Sriwijaya Sebut Ada Pembagian Uang Antara Polsek dan Posramil Dalam Kasus Sabung Ayam
Pernyataan itu membuat netizen menilai bahwa Kapendam ingin mengalihkan isu dan menyelamatkan institusinya.
Seperti dikutip dari akun Instagram milik @kapm_ri dimana netizen menulis berbagai komentar mengenai steatmen Kapendam. Salah satunya akun @yanuaryudha93 yang berkomentar “Minta maaf saja tidak, malah buat berita buruk ttg almarhum. Terbuat dari apa anda pak.

Tidak hanya itu pada kolom Instagram milik jppncom juga menyatakan hal serupa. Bahkan ada netizen yang menilai Terima Setoran dan kasus pembunuhan perkara berbeda. ” Terima setoran, perkara lain… Pembunuhan saat penggrebekan beda perkara, ” tulis akun @tukangjawa.
Bahkan ada yang menyebut bahwa Kapendam mencari pembelaan agar anak buahnya selamat. “Giring terus, biar anggota aman, ” tulis akun fendy.man.
Kapolda Lampung Bantah Isu Polisi Terima Setoran
Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika membantah isu terkait penerimaan setoran judi sabung ayam di Way Kanan yang menyebabkan 3 personel nya meninggal dunia.
Jenderal bintang dua itu menegaskan setoran sejumlah uang itu merupakan asurnsi tak mendasar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Oleh karena itu, dirinya meminta pihak yang menyebar isu terhadap anggotanya yang telah gugur dalam menjalankan tugas agar menunjukkan bukti yang ada.
Baca juga : Geruduk Gedung DPR, ratusan Mahasiswa Tolak Pengesahan RUU TNI
Namun, Helmy tetap bersikap terbuka dan siap menindak seluruh pihak jika memang terbukti menerima setoran dari aktivitas judi sabung ayam.
“Saya menanggapi bahwa ini kan asumsi, ya kalaupun ada kita tidak menutup diri untuk memproses itu. Bahkan, sebagai wujud keseriusan Polri terhadap hal ini, dari Bidpropam Polri, Irwasum Polri, semuanya sudah turun untuk melakukan pengecekan, lakukan pendalaman,” ujarnya.
Helmy menegaskan tragedi di Way Kanan itu merupakan masalah kemanusiaan yang harus diselesaikan hingga tuntas.
“Kalau tidak ada, ya kita bilang tidak ada. Tapi, kalau misalkan ada tentunya ini akan dilakukan tindakan. Rasanya Polri sudah terbiasa untuk bisa menindak anggotanya yang terbukti yang melakukan pelanggaran-pelanggaran begitupun disana disebutkan bahwa baik Koramil, maupun Polsek menerima, kalau memang iya langsung ditindaklanjuti dan saya yakin dari TNI juga akan melakukan penindakan kalau memang benar,” jelasnya.
Baca juga : Mabes Polri Angkat Bicara Adanya Tiga Anggota yang Gugur, Kapendam Sriwijaya Selidiki Keterlibatan TNI
Ia meminta masyarakat agar tidak tergiring oleh opini atau isu-isu yang beredar di sosial media yang belum tentu kebenarannya.
“Banyak sekali isu-isu, cerita-cerita, narasi-narasi yang beredar. Berita yang menyamarkan yang membuat orang menjadi bias atau mengalihkan pandangannya, fokusnya tidak lagi melihat kepada pokoknya yaitu penembakan,” imbuhnya.
“Kalaupun ada setoran, tidak menghilangkan fakta bahwa terjadi penembakan yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia, ini adalah persoalan kemanusiaan,” tutupnya.













