Cerita Kades Sukamulya, Rela Lepas Jabatan untuk Kerja di Jepang dengan Gaji 10 Kali Lipat Lebih Besar

67aee683bed5b
Kepala Desa Sukamulya, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Dodi Romdani.

Satusuaraexpress.co | JAWA BARAT – Ketika warga berlomba-lomba untuk menjadi Kepala Desa, Dodi Romdani, Kepala Desa Sukamulya, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis justru mengundurkan diri dari jabatannya dan memilih kembali bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jepang.

Keputusan ini menarik perhatian warganet. Banyak yang mengatakan langkah Dodi sudah tepat, mengingat menjadi Kades bukanlah hal yang mudah dan tidak sebanding dengan gaji yang diterima.

Terlebih lagi, berdasarkan berbagai sumber, gaji pekerja migran di Jepang mencapai Rp 24-30 juta per bulan, atau 10 kali lipat lebih besar dibandingkan gaji kepala desa di Indonesia.

Baca juga : Blusukan ke Pinggiran Kota Jakarta, Astrid Kaget Masih Ada Perahu Eretan di Wilayah Dapilnya

Dodi mengaku kembali mendapat tawaran bekerja dari perusahaan di Jepang tempat dirinya bekerja dulu.

Dengan tawaran gaji dan fasilitas yang lebih menjanjikan, ia pun memutuskan untuk kembali ke Jepang meski masa jabatannya sebagai kepala desa masih tersisa dua tahun.

Baca juga : Warga Kembangan Selatan Keluhkan Polusi Proyek dan Kerusakan Jalan Akibat Truk Pengangkut Tanah Pulau Intan

Menurut informasi, gaji Kades di Ciamis diperkirakan sebesar Rp 2,5 juta per bulan.

Nominal ini naik sudah naik dua kali lipat per tahun 2024 sesuai ketentuan UU No.6 Tahun 2014 (UU Desa). Itu berarti, sebelum mengundurkan diri, gaji Dodi hanya Rp 1,25 juta per bulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *