Dua Hari Dipenjara Tahanan Polrestabes Medan Tewas, Istri : “Tubuh Suami Saya Dipenuhi Luka Lebam”

kapolres metro jakarta utara kombes gidion arif setyawan 103
Kapolrestabes Medan, Kombes Gidion Arif Setyawan.

Satusuaraexpress.co | Medan – Tahanan bernama Budianto Sitepu (42) ditemukan tewas. Budianto tewas di hari kedua penangkapan tepatnya pada Kamis (26/12). Tewasnya Budianto diduga akibat kekerasan oleh enam anggota Satuan Reserse Kriminal Umum (Satreskrim) Polrestabes Medan.

Pasca kejadian ini, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polrestabes Medan, Sumatera Utara turun tangan menyelidiki kematian tahanan bernama Budianto tersebut.

“Enam orang sudah diperiksa saat ini. Dan masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut atas kasus ini,” ungkap Kapolrestabes Medan, Kombes Gidion Arif Setyawan, Minggu (29/12/2024).

Baca : Presiden Prabowo Subianto kumpulkan KIM Plus, Dasco : Hanya Bahas Umum Umum Aja dan Situasi Politik

Pemeriksaan dilakukan lantaran keenam anggota polisi berada di lokasi saat penangkapan Budianto dan dua rekannya. Gidion mengatakan terdapat indikasi kekerasan terhadap Budianto selama proses penangkapan.

“Kalau dari hasil visum memang ada kekerasan yang dialami oleh yang bersangkutan yaitu luka di kepala kemudian ada juga di rahang untuk lengkapnya besok akan kami sampaikan. Ada kekerasan pada proses penangkapan,” jelas Gidion.

Diketahui, penangkapan Budianto bersama dua rekannya dilakukan pada Rabu (25/12) dini hari atas dugaan pengancaman menggunakan kekerasan. Ketiganya disebut tidak terima ditegur oleh Ipda IDE, salah satu dari enam anggota polisi, usai kedapatan mabuk dan karaoke di pemukiman warga pada tengah malam.

Baca : BEM SI Kerakyatan Akan Demonstrasi Hari Ini: Tolak Kenaikan PPN Jadi 12 Persen

Teguran dari polisi ditanggapi dengan ancaman oleh Budianto, yang disebut berencana membawa massa dan membawa senjata tajam. Budianto kemudian dibawa ke Polrestabes Medan. Namun, pada Rabu (25/12) sore, ia dirujuk ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapatkan perawatan medis.

“Dan yang ingin saya tegaskan adalah beliau (BS) tidak meninggal di dalam tahanan, di dalam sel, atau di kantor polisi. Beliau meninggal di rumah sakit pada hari Kamis pukul 10.34 WIB,” imbuh Gidion.

Sementara itu, istri Budianto, Dumaira Simangungson, mengungkapkan bahwa tubuh suaminya dipenuhi luka lebam.

“Setelah meninggal saya lihat semuanya lebam-lebam, biru,” ucap Dumaira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *