Satusuaraexpress.co | Kabupaten Bogor – Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Bogor untuk tetap mengutamakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, meskipun harus berhadapan dengan tekanan fiskal yang cukup berat akibat menurunnya aliran dana transfer dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi mulai tahun 2026.
Pernyataan itu disampaikan Rudy dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor yang digelar di Ruang Rapat Paripurna, Jumat (17/7/2026), saat membahas persetujuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025 sekaligus menyampaikan Rancangan KUA-PPAS tahun anggaran 2027.
Dalam kesempatan resmi tersebut, Rudy juga menetapkan tema besar pembangunan Kabupaten Bogor untuk tahun 2027, yakni “Pengembangan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru dalam Rangka Penurunan Ketimpangan Wilayah, Kemiskinan, dan Pengangguran”.
Tema ini menjadi arah utama seluruh kebijakan pembangunan daerah, dengan tujuan mendorong laju ekonomi yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga menyebar secara merata ke seluruh penjuru wilayah, serta mampu mengangkat derajat kesejahteraan masyarakat secara nyata.
Baca juga : Pemprov Jabar Mulai Perbaiki Dinding Penahan Tanah Longsor di Jalan Kebon Pedes Bogor
“Pemerintah Kabupaten Bogor telah merampungkan rancangan postur anggaran daerah terbarunya. Namun, pihaknya tidak menutup mata terhadap proyeksi defisit yang mengintai, sebagai dampak langsung dari berkurangnya alokasi dana transfer yang sudah mulai dirasakan sejak awal tahun ini, ” terang Rudy.
Di tengah keterbatasan keuangan yang mendesak, Rudy menegaskan satu hal yang tidak akan berubah yakni prioritas utama tetap tertuju pada pelayanan dasar masyarakat. Di sektor kesehatan, program Jaminan Kesehatan Semesta atau Universal Health Coverage (UHC) yang telah berhasil menjangkau seluruh lapisan masyarakat pada tahun 2026 dipastikan akan terus berlanjut tanpa gangguan pada tahun 2027.
“Sementara itu, di bidang pendidikan, pemerintah menargetkan perbaikan secara bertahap terhadap ribuan ruang kelas yang masih mengalami kerusakan di berbagai pelosok kecamatan, agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan layak dan nyaman, ” ujarnya.
Baca juga : Rekrut 848 Anak, Upaya Pemkot Bogor Tekan Angka Putus Sekolah Lewat Pendidikan Nonformal
Komitmen pembangunan juga terus digelorakan di sektor infrastruktur yang menjadi urat nadi pergerakan ekonomi. Sejumlah proyek strategis tetap masuk dalam daftar prioritas, antara lain pembangunan Flyover Bojonggede–Kemang, pelebaran Jalan Laladon, pembangunan Underpass Simpang PDAM Cibinong, serta pengembangan Jalur Puncak Dua yang dikerjakan melalui skema Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Selain itu, langkah strategis lainnya mencakup pemeliharaan jalan tambang di ruas Cigudeg–Rumpin, pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis zonasi di Jasinga, dukungan penuh terhadap Proyek Strategis Nasional Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PSEL, pembangunan Hotel Embarkasi Haji, hingga pembukaan gerai pelayanan publik sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Bogor Barat dan Bogor Timur.
“Pemerintah juga melanjutkan upaya perbaikan hunian melalui Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dengan target merenovasi 3.750 unit rumah setiap tahunnya. Berdasarkan hasil verifikasi yang telah dilakukan, dari sekitar 24.000 rumah yang tercatat membutuhkan penanganan, masih tersisa sekitar 17.000 unit yang perlu segera dituntaskan perbaikannya, ” ujarnya.
Baca juga : Penataan Perlintasan Sebidang Kereta Api, Kota Bogor Menjadi Prioritas
Rudy Susmanto sendiri mengakui bahwa tantangan fiskal yang dihadapi ke depan bukanlah hal yang ringan. Ia menyoroti bahwa banyak daerah di Indonesia saat ini justru kesulitan memenuhi belanja wajib, apalagi menjalankan pembangunan tambahan.
“Tantangannya cukup besar. Hari ini kondisi beberapa wilayah di Indonesia, jangan bicara membangun sebuah wilayah, untuk membiayai belanja wajib saja cukup berat. Bahkan ada beberapa kabupaten dan kota yang tidak mampu membayar gaji pegawainya,” ujar Rudy.
Namun, di tengah gelombang kesulitan tersebut, Rudy mengaku bersyukur Kabupaten Bogor masih mampu menjaga kestabilan keuangan daerah berkat kerja sama yang terjalin erat antara eksekutif dan legislatif.
“Tentunya kita bersyukur di Kabupaten Bogor, dengan segala dinamika yang ada dan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan DPRD, kita masih dapat memenuhi belanja wajib. Meski pelaksanaan pembangunan belum berjalan secara maksimal, kita tetap dapat melaksanakan berbagai program untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” pungkas Rudy.













