Satusuaraexpress.co | Bogor — Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, terus menunjukkan komitmennya dalam memastikan setiap warga mendapatkan hak atas pendidikan. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah merekrut sebanyak 848 anak yang sempat putus sekolah untuk kembali menempuh pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi menyeluruh untuk menekan angka putus sekolah sekaligus memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyampaikan hal tersebut saat mendampingi kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti ke SD Negeri Cimahpar 5, Kota Bogor. Ia menjelaskan bahwa upaya ini tidak berjalan secara pasif, melainkan dilakukan dengan pendekatan aktif.
“Alternatif pendidikan formal dan nonformal terus kita genjot. Kemarin saat peringatan Hari Jadi Bogor, kita merekrut 848 siswa putus sekolah melalui PKBM. Kita jemput bola langsung agar mereka tidak tertinggal lebih jauh,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Baca juga : Hadiri Pameran Pesona Pusaka Nusantara, Walikota Bogor Dorong Pasar Gembrong Jadi Pusat Kebudayaan
Program ini merupakan bagian dari inisiatif unggulan bernama Bogor Cerdas, yang terus digalakkan Pemerintah Kota Bogor. Melalui program ini, jalur pendidikan formal maupun nonformal dikembangkan secara seimbang agar dapat menjangkau anak-anak yang mungkin tidak dapat melanjutkan sekolah melalui jalur biasa karena berbagai alasan.
Keseriusan pemerintah daerah dalam menangani masalah pendidikan tidak hanya terlihat dari upaya menjangkau anak putus sekolah, tetapi juga dari perhatian terhadap kenyamanan dan kualitas lingkungan belajar. Hal ini diwujudkan melalui peningkatan sarana dan prasarana sekolah, serta pembangunan unit sekolah baru di wilayah yang membutuhkan.
Untuk memperkuat layanan pendidikan tersebut, Pemerintah Kota Bogor secara aktif menjalin kerja sama dan berupaya mendapatkan dukungan baik dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Baca juga : Koperasi, Pondasi Utama Kemajuan Ekonomi Kerakyatan Kota Bogor
Salah satu bentuk dukungan yang telah dirasakan secara nyata adalah revitalisasi SD Negeri Cimahpar 5. Pada tahun 2025 lalu, sekolah ini menerima bantuan sebesar Rp2,6 miliar. Hasilnya, kondisi sekolah kini jauh lebih baik, layak, dan menciptakan suasana yang nyaman bagi proses belajar mengajar.
“Alhamdulillah, setelah mendapat bantuan tersebut, sekolah ini menjadi lebih representatif, sehingga siswa dapat belajar dengan lebih tenang dan semangat,” tambah Jenal.
Berbagai langkah yang diambil ini diharapkan dapat memberikan dampak yang luas. Pemerintah Kota Bogor berharap, mulai dari penanganan anak putus sekolah hingga perbaikan fasilitas pendidikan, semuanya dapat membuka akses yang lebih besar bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Pada gilirannya, hal ini akan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Bogor.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa upaya perbaikan pendidikan nasional tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik atau infrastruktur. Pemerintah juga terus berupaya memperkuat aspek karakter dan kemampuan diri para peserta didik. Menurutnya, pendidikan yang baik harus mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki pandangan hidup yang positif.
“Pendidikan harus mampu membentuk generasi yang optimistis, percaya diri, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Anak-anak harus tumbuh menjadi pribadi yang percaya pada kemampuan dirinya sendiri,” tegasnya.













