Satusuaraexpress.co | Jakarta — Nama besar pengacara kondang Hotman Paris Hutapea kembali menjadi sorotan publik setelah ia melontarkan kritik yang sangat tajam dan tegas langsung kepada Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, serta keberadaan kementerian yang dipimpinnya.
Melalui sebuah unggahan video yang dibagikan di akun Instagram pribadinya pada Senin, 25 Mei 2026, suara lantang dan nada bicara tegas Hotman terdengar jelas saat ia menyampaikan kekecewaan mendalam, bahkan secara terbuka meminta Presiden Prabowo Subianto segera mencopot Natalius Pigai dari jabatan menteri.
Di hadapan kamera, Hotman dengan lugas menilai bahwa sejak pertama kali dibentuk, Kementerian HAM belum pernah menunjukkan kinerja atau hasil kerja yang berarti bagi masyarakat luas. Ia menilai lembaga tersebut hanya menjadi beban anggaran negara, terus-menerus meminta dana besar tanpa ada dampak nyata yang dirasakan rakyat.
“Lembaganya, Kementerian HAM bubarkan! Belum ada prestasi apa pun, dari awal minta anggaran besar, anggaran besar, anggaran besar,” ujar Hotman dengan nada tinggi dan penuh penekanan, seolah ingin memastikan pesannya sampai jelas ke telinga pemerintah dan seluruh masyarakat.
Baca juga : Razman Arif Nasution Divonis 1,5 Vonis Penjara, Hotman Paris Iba Karena Seorang Perantauan
Kritik itu tak berhenti sekadar pada lembaganya saja. Hotman langsung menunjuk sosok Natalius Pigai, meminta sang menteri sadar diri dan rela melepaskan jabatannya secara sukarela. Menurut pandangannya, hingga saat ini belum ada satu pun pencapaian atau keberhasilan nyata yang bisa dibanggakan dari kinerja Natalius Pigai memimpin kementerian tersebut.
“Hei, halo Pak Menteri, tahu diri dong. Kau mundur deh, tidak ada prestasimu. Mundur kau! Ya, hei Menteri HAM, mundur kau!” seru Hotman berulang kali, dengan nada yang semakin keras dan penuh rasa kecewa, seolah ingin menegur langsung sang pejabat tinggi negara itu.
Bagi Hotman, dana negara yang jumlahnya sangat besar dan terus dialokasikan untuk Kementerian HAM seharusnya bisa dimanfaatkan jauh lebih baik. Uang tersebut, menurutnya, lebih tepat disalurkan untuk kebutuhan rakyat yang lebih mendesak, seperti peningkatan kesejahteraan, kesehatan, pendidikan, atau bantuan sosial bagi mereka yang membutuhkan.
Ia bahkan tak segan membandingkan kinerja kementerian negara itu dengan upaya pribadinya lewat tim bantuan hukum Hotman 911, yang selama ini bergerak aktif dan konsisten memberikan layanan hukum secara cuma-cuma bagi masyarakat yang kurang mampu, tanpa membebani anggaran negara sama sekali.
Menutup pernyataannya, Hotman kembali menyampaikan permohonan tegas langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa keberadaan kementerian ini beserta pemimpinnya sama sekali tidak berguna dan hanya membuang-buang uang pajak yang dibayarkan rakyat.
Baca juga : Kepolisian Tengah Memberantas Aksi Begal, Menteri Pigai Sebut Indonesia Termasuk Negara Paling Aman di Dunia
“Halo Bapak Presiden Republik Indonesia yang terhormat, tolong segera itu tutup Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM), tidak guna itu, tidak guna. Dengan menterinya yang begitu tidak guna, sudahlah. Mendingan uang pajak yang kami bayar itu dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya dengan penuh keyakinan.
Meski kritikannya terasa sangat pedas dan keras, Hotman menegaskan bahwa apa yang ia sampaikan sama sekali bukan semata-mata untuk mencari perhatian atau sensasi politik.
Ia mengaku berbicara sebagai warga negara biasa, sekaligus sebagai salah satu pembayar pajak yang berhak menyuarakan aspirasi, dan sangat menginginkan setiap rupiah uang negara digunakan secara tepat sasaran, efektif, dan benar-benar bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Kementerian HAM maupun Natalius Pigai terkait pernyataan tegas ini.













