Smart Flood Warning System: Peringatan Dini yang Menyelamatkan Nyawa dan Harta Benda

Screenshot 20260717 141419
Smart Flood Warning System: Peringatan Dini yang Menyelamatkan Nyawa dan Harta Benda.

Satusuaraexpress.co | Jakarta – Hampir satu tahun berlalu sejak alat canggih Smart Flood Warning System terpasang di wilayah RT 01 dan RT 02 RW 10, Kelurahan Pondok Labu. Selama kurun waktu itu, alat sederhana namun sangat bermanfaat ini telah menjadi penjaga diam-diam yang senantiasa mengawasi ketinggian air dan memberikan peringatan tepat waktu ketika banjir mulai mengancam permukiman warga.

Lurah Pondok Labu, Nachnoer Vernier Atom, mengatakan betapa besar manfaat yang dirasakan lingkungan sejak kehadiran alat tersebut.

“Alat ini bisa memberikan alarm informasi kepada warga di sekitar untuk berwaspada ketika ada banjir. Jadi mereka bisa menyelamatkan diri, menyelamatkan harta bendanya ke tempat yang lebih aman,” terang Nachnoer, Sabtu (18/7/2026).

Ia menambahkan, air banjir di wilayah itu sesungguhnya bisa meluap hingga ketinggian yang mampu menghanyutkan sepeda motor. Namun kini, warga tak perlu menunggu air meluap tinggi baru sadar bahaya. Begitu air mencapai ketinggian 10 hingga 20 sentimeter saja, alat itu sudah akan berbunyi nyaring.

Baca jugaPemkot Bogor Genjot Normalisasi Drainase Atasi Banjir Pascahujan Deras

“Warga langsung bersiap-siap. Mereka menyelamatkan barang-barangnya, terus anak-anaknya dibawa ke tempat yang lebih aman,” paparnya.

Kehadiran alat ini membawa perubahan besar dibandingkan masa-masa sebelumnya. Nachnoer pun berharap manfaat serupa bisa dirasakan lebih banyak orang.

“Mudah-mudahan alat ini bisa diterapkan tidak hanya di wilayah kelurahan Pondok Labu atau di RT1, RT2, RWY10 saja, tapi bisa di wilayah seluruh Provinsi DKI Jakarta,” harapnya tulus.

Muhammad Azzuhri Ramdhani, penggagas sekaligus perancang Smart Flood Warning System, menceritakan latar belakang lahirnya inovasi tersebut. Ide itu bermula dari keresahan dirinya bersama rekan-rekan Karang Taruna RT 02 RW 10 yang menyaksikan sendiri betapa seringnya evakuasi warga terlambat dilakukan.

Baca jugaBPBD DKI Jakarta Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob 14–21 Mei 2026

“Berangkat dari keresahan saya dan juga teman-teman lingkungan Karang Taruna RT02, RWY010 yang di mana kami masih melihat banyak fenomena keterlambatan untuk mengantisipasi evakuasi banjir,” ungkap Azzuhri.

Sebelum alat canggih ini ada, peringatan bahaya hanya mengandalkan suara kentongan, pengeras suara masjid, atau cara konvensional mengetok tiang listrik—cara yang kerap lambat dan tak merata didengar warga. Kini, segalanya berubah jauh lebih praktis dan andal.

“Dan setelah adanya alat ini, masyarakat tidak perlu mengecek berkala keluar rumah, tinggal menunggu sirinenya berbunyi saja,” jelas Azzuhri.

Sederhana dalam bentuk, namun besar jasa yang ditawarkan. Smart Flood Warning System membuktikan bahwa solusi cerdas berbasis kepedulian lingkungan mampu menjadi benteng pertahanan paling depan bagi warga dalam menghadapi ancaman banjir yang kerap datang tiba-tiba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *