Dukcapil DKI Jakarta Catat 7.911 Jiwa Pendatang Baru Pascalebaran 2026

IMG 20260423 WA0000
Dukcapil DKI Jakarta Catat 7.911 Jiwa Pendatang Baru Pascalebaran 2026.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi DKI Jakarta telah mendata sebanyak 7.911 jiwa pendatang baru pascalebaran 1447 H/2026 M. Pendataan ini berlangsung sejak tanggal 25 Maret hingga akhir April 2026 melalui kegiatan sosialisasi dan layanan jemput bola yang digelar di seluruh wilayah Kota Administrasi hingga Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

Kepala Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, menyampaikan bahwa data tersebut bersifat dinamis dan akan terus diperbarui seiring berlangsungnya proses pendataan hingga akhir bulan April. Menurutnya, Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional masih menjadi daya tarik utama bagi masyarakat dari luar daerah yang datang untuk mencari peluang kerja dan penghidupan yang lebih baik.

“Berdasarkan data yang masuk, lebih dari 57 persen pendatang baru berada pada usia produktif, yaitu rentang usia 20 sampai 39 tahun,” ujar Denny, Kamis (23/4/2026).

Denny menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak melakukan operasi yustisi, sejalan dengan arahan Gubernur Pramono Anung. Pendekatan yang dilakukan lebih bersifat humanis melalui koordinasi intensif dengan para wali kota, bupati, camat, lurah, serta pengurus RT dan RW.

Baca jugaDukcapil Jakbar Lakukan Pendataan Pendatang Baru Pasca-Lebaran 2026 di Kelurahan Kapuk

Tim pelaksana turun langsung melakukan sosialisasi di lingkungan permukiman warga dan seluruh loket pelayanan. Masyarakat yang hanya menetap sementara diimbau untuk mendaftarkan diri sebagai penduduk nonpermanen di loket pelayanan tingkat kecamatan atau Suku Dinas Dukcapil sesuai domisili.

“Bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu, pendaftaran penduduk nonpermanen juga dapat dilakukan melalui Identitas Kependudukan Digital,” tambahnya.

Pendataan penduduk dianggap sebagai instrumen krusial dalam penyusunan kebijakan pembangunan sosial ekonomi berbasis data (data-driven policy). Data yang akurat akan digunakan untuk merumuskan strategi, menentukan skala prioritas, serta menyiapkan daya dukung infrastruktur, mulai dari transportasi publik, layanan kesehatan, pendidikan, hingga pelayanan publik lainnya.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap urbanisasi pascalebaran dapat lebih terkendali, sehingga kehadiran pendatang memberikan kontribusi positif bagi perekonomian ibu kota,” tegas Denny.

Baca juga Waspada! Marak Modus Penipuan Mengaku Petugas Dukcapil Buat Warga Resah

Masyarakat dapat memantau data perkembangan pendatang di wilayahnya melalui situs resmi Dukcapil DKI Jakarta di https://kependudukancapil.jakarta.go.id pada menu khusus ‘Pendatang Pasca Lebaran’. Seluruh proses pengurusan administrasi kependudukan di tingkat kelurahan, kecamatan, maupun kota/kabupaten administrasi tidak dipungut biaya sepeserpun atau gratis.

Sebagai bentuk pelayanan maksimal, Dukcapil juga membuka layanan tambahan SaPa (Sabtu Pelayanan Adminduk) pada minggu ketiga setiap bulan di seluruh titik layanan. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi kanal resmi media sosial @dukcapiljakarta, layanan pesan WhatsApp “WA DJawara” di nomor 0812-120-120-31, atau melalui call center 1500-031.

Sebagai informasi, kegiatan sosialisasi tingkat kota administrasi sebelumnya dilaksanakan secara serentak pada 20 April 2026 di lima wilayah strategis DKI Jakarta, mencakup Jakarta Pusat, Utara, Selatan, Barat, dan Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *