Satusuaraexpress.co | Jakarta – Warga Tangerang Selatan sempat dibuat resah oleh maraknya penipuan berkedok pemindahan data Identitas Kependudukan Digital (IKD) melalui sambungan telepon.
Wahyu (34), warga Tangerang Selatan, mengaku dihubungi orang tak dikenal via sambungan telepon dengan nomor 081781376225. Orang tersebut mengaku petugas Dukcapil Kembangan, Jakarta Barat. Setelah itu, mengkonfirmasi identitas.
“Ngakunya petugas Dukcapil Kembangan. Saat konfirmasi identitas itu akurat mulai dari alamat sampi tanggal lahir, ” kata Wahyu, Selasa (15/4/2025).
Baca juga : Bareskrim Polri Gagalkan 192 Kilogram Sabu Jaringan Internasional
Setelah selesai mengkonfirmasi identitas, oknum tersebut mengarahkan agar mengangkat telepon dari petugas Dukcapil. Benar saja dalam hitungan menit nomor tak dikenal yakni 081313251043 menghubungi via Whatsapp. Namun, Wahyu yang mengetahui itu modus penipuan memilih tidak mengangkat telepon berikutnya.
“Jadi dalam lima menit saya diminta angkat telepon dari temannya dari Dukcapil juga, tapi tidak saya angkat. Soalnya domisili saya sudah pindah. Sementara domisili yang disebutkan oknum penipuan itu domisili yang lama, ” ujarnya.
Merespon kejadian itu, Kasudin Dukcapil Jakarta Barat, Gentina Arifin menegaskan itu merupakan modus penipuan. Menurutnya, kejadian serupa sudah banyak terjadi belakangan ini.
Baca juga : Kejagung Tetapkan Tersangka Ketua PN Jaksel Terkait Kasus Polisi Tembak Laskar FPI
“Kalaupun ada, kami akan titipkan nomor telepon petugas ke Ketua RT RW bilamana ada warga yang mau berhubungan dengan petugas kami. Jadi warga yang menghubungi, bukan petugas yang menghubungi warganya, ” terangnya.
Gentina menegaskan proses pendaftaran IKD secara daring melalui pesan WhatsApp tidaklah dibenarkan. Pasalnya, pendaftaran IKD hanya bisa diproses melalui loket-loket pelayanan di kantor kelurahan, kecamatan, hingga suku dinas (sudin) atau dinas terkait.
“Aktivasi IKD melalui telepon tidak dibenarkan, untuk aktivasi IKD melalui loket-loket pelayanan di kelurahan, kecamatan, suku dinas (Sudin) dan dinas,” ujar.
Baca juga : Ilmuwan Berhasil Hidupkan Kembali Tiga Anak Serigala Purba atau Dire Wolf yang Punah 12.500 Tahun Lalu
Gentina menyebut, apabila ditemukan oknum yang mengaku petugas Dukcapil dan meminta masyarakat melakukan aktivasi IKD melalui telepon, maka hal tersebut sudah dapat dipastikan adalah penipuan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penipuan dengan modus pendaftaran IKD ini. Ia menyebut sudah sejak lama menginformasikan kepada masyarakat terkait modus penipuan tersebut.
“Kami sudah menginfokan jauh-jauh hari ke masyarakat, tidak ada petugas Dukcapil yang melakukan aktivasi melalui telepon,” tutupnya.













