Satusuaraexpress.co | Jakarta – Kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan dalam menangani masalah banjir mendapat kritik tajam dari para pengguna jalan. Hal ini menyusul terjadinya genangan air setinggi lutut orang dewasa di sejumlah titik strategis seperti kawasan Gandaria, Ciledug, dan sekitar Gandaria City Mall setelah hujan deras pada Rabu, 1 April 2026.
Akibat genangan tersebut, arus lalu lintas mengalami lumpuh total dengan kemacetan mencapai 6 kilometer. Banyak pengendara sepeda motor terpaksa berhenti menunggu air surut, sementara beberapa lainnya mengalami mogok akibat nekat menerjang banjir.
Kekecewaan Pengguna Jalan
Remonde, salah seorang warga Rempoa yang kerap melintasi jalur tersebut, mengungkapkan kekecewaannya terhadap absennya tindakan cepat dari pihak Pemkot Jakarta Selatan di tengah situasi darurat.
”Pemkot Jakarta Selatan tidak pernah hadir di tengah-tengah banjir di jalan raya maupun di daerah sekitar Kemang,” ujar Remonde
Perbandingan Respons Antar Wilayah
Ketidakpuasan warga semakin diperkuat dengan membandingkan penanganan banjir di wilayah tetangga. Pemkot Jakarta Barat dinilai jauh lebih sigap dan taktis dalam mengatasi permasalahan serupa di wilayahnya.
- Respon Lambat: Pemkot Jakarta Selatan dianggap tidak gerak cepat dalam penanganan genangan di jalan raya.
- Perbandingan: Pengguna jalan menilai ada perbedaan mencolok dengan Pemkot Jakarta Barat yang dikenal memiliki respons cepat.
- Harapan Warga: Masyarakat mendesak agar Pemkot Jakarta Selatan mencontoh kedisiplinan dan kecepatan kerja Pemkot Jakarta Barat dalam menangani banjir.
Kondisi ini menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kota Jakarta Selatan untuk segera membenahi sistem drainase dan meningkatkan koordinasi petugas di lapangan agar akses publik tidak terus terganggu saat musim hujan.













