FKPMS Upaya Polda Metro Jaya Cegah Bullying di Lingkungan Sekolah

polda metro jaya bakal tahan roy suryo cs setelah pemeriksaan 07112025 115955
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri. (Tengah)

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meluncurkan Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) di 11 sekolah di Jakarta sebagai upaya memperkuat pencegahan perundungan (bullying), deteksi dini, dan penyelesaian persoalan di lingkungan pendidikan.

Irjen Asep Edi Suheri menekankan bahwa sekolah dan madrasah adalah tempat di mana generasi penerus bangsa tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, lingkungan ini harus dijaga agar tetap aman, tertib, nyaman, dan kondusif bagi proses belajar mengajar serta perkembangan siswa.

“Tidak boleh ada ruang bagi hal-hal yang dapat mengganggu kesejahteraan dan masa depan anak-anak di tempat yang seharusnya menjadi rumah kedua bagi mereka, ” kata Asep, Sabtu (14/3/2026).

Peluncuran FKPMS tidak dilakukan tanpa alasan yang kuat. Irjen Asep mengungkapkan bahwa langkah ini dilatarbelakangi oleh berbagai tantangan yang dihadapi di lingkungan pendidikan saat ini. Mulai dari perundungan, kekerasan, pelecehan, tawuran, pengaruh negatif media sosial, hingga perilaku menyimpang yang disebabkan oleh tekanan sosial. Semua hal ini menjadi ancaman serius bagi keamanan dan kesejahteraan siswa, sehingga memerlukan penanganan yang serius.

Baca juga : Sambut Idul Fitri 1447 H, Satbrimob Polda Kaltara Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis bagi Pemudik di Pelabuhan Tengkayu 1

Data yang disampaikan oleh Irjen Asep juga menunjukkan betapa mendesaknya perlunya tindakan preventif dan penanganan yang efektif. Sepanjang tahun 2025, Polda Metro Jaya telah menangani sekitar 2.706 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Jakarta.

“Angka ini menjadi bukti bahwa perlindungan terhadap anak masih menjadi tantangan besar yang tidak bisa diabaikan. Diperlukan kerjasama dari berbagai pihak untuk mengatasi masalah ini dan memastikan bahwa anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman dan terlindungi, ” ujarnya.

Kehadiran FKPMS dianggap sebagai langkah strategis dalam memperkuat kemitraan antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Forum ini dihadirkan sebagai wadah yang memfasilitasi komunikasi, koordinasi, serta pemecahan masalah secara bersama-sama. Dengan adanya FKPMS, diharapkan setiap potensi gangguan dapat dikenali sejak awal, dipetakan dengan baik, dan ditangani dengan cepat serta tepat sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Baca juga : Presiden Prabowo Siapkan Inpres Penyelamatan Gajah dan Keppres Satgas Pembiayaan Taman Nasional

Irjen Asep juga menyoroti peran penting para wakil kepala sekolah bidang kesiswaan serta para ketua OSIS dari SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah se-Jakarta Pusat. Mereka memiliki peran kunci dalam membangun budaya sekolah yang sehat, disiplin, serta bebas dari kekerasan, perundungan, dan penyalahgunaan narkoba. Dengan dukungan dan partisipasi aktif dari mereka, FKPMS dapat berjalan dengan lebih efektif dan mencapai tujuannya.

“Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif bagi semua siswa, sehingga mereka dapat belajar dengan tenang dan mengembangkan potensi diri mereka sepenuhnya, ” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *