Satusuaraexpress.co | Jakarta — Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mendadak pingsan saat mengikuti upacara penghormatan dan pelepasan jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Auditorium Madidihang Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) KKP, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada hari Minggu (25/1) pagi.
Upacara yang bertujuan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada tiga pegawai KKP yang gugur, yaitu Kapten Andy Dahanan To, Ferry Irawan, dan Yoga Naufal, berjalan hingga prosesi penyerahan jenazah dari keluarga kepada negara. Saat itu, Menteri Trenggono berdiri tegak di depan peti jenazah. Tak lama setelah pernyataan pihak keluarga disampaikan, tubuhnya tiba-tiba oleng dan jatuh ke tanah, disusul dengan suara terdengar keras akibat benturan badan dengan lantai.
Peserta upacara yang menyaksikan langsung terkejut dan beberapa petugas serta peserta segera mendekat untuk memberikan pertolongan pertama. Wakil Menteri KKP Didit Herdiawan kemudian menggantikan peran Menteri sebagai inspektur upacara agar prosesi dapat berlanjut dengan baik.
Baca juga : KKP Lepas Tiga Korban ATR 42-500 ke Peristirahatan Terakhir
Staf Khusus Menteri KKP bidang Humas dan Komunikasi Media, Doni Ismanto Darwin, menyampaikan bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh kelelahan setelah pulang dari perjalanan dinas di Eropa.
“Beliau baru sampai dari perjalanan dinas itu, terus selama di Eropa memantau terus perkembangan di Jakarta,” ujar Doni.
Menurutnya, segera setelah mengetahui bahwa korban telah diumumkan, Menteri sangat ingin mendampingi keluarga korban dan berpartisipasi dalam seluruh proses upacara sebagai bentuk penghormatan. Setelah mendapatkan pertolongan awal, Menteri Trenggono dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.
“Perlu kami sampaikan bahwa kondisi Menteri saat ini dalam keadaan sadar, stabil, dan baik-baik saja. Kelelahan yang dirasakan bersifat sementara dan telah ditangani dengan baik,” jelas Doni.
Baca juga : Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Black Box Pesawat ATR 42-500 di Lereng Gunung Bulusaraung
Menteri Trenggono memahami bahwa pada saat duka seperti ini, kehadiran, doa, dan perhatian memiliki makna yang sangat mendalam bagi keluarga korban serta seluruh pihak yang terlibat.
“Oleh karena itu, beliau tetap berupaya hadir sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas, seraya tetap menjaga dan memulihkan kondisi kesehatan sesuai anjuran dari tenaga medis,” tambah Doni.
Kami dari tim komunikasi Kementerian Kelautan dan Perikanan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian, doa, dan pengertian yang diberikan oleh seluruh masyarakat Indonesia terhadap kondisi Menteri Trenggono dan kejadian yang telah terjadi.













